Berlangsung Sukses, Pemdes Pendem Gelar Pawai Karnaval 2025, Usung Tema Budaya Kearifan Lokal

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250717 052227
Kades Pendem, Tri Wahyuwono Efendi (kiri), didampingi Camat Junrejo, Parman dan Kapolsek Junrejo, Iptu Fredy Yopi, saat menyaksikan Pawai Karnaval 2025 di panggung penghormatan. (Yan/kabarterdepan.com)

Kota Batu, kabarterdepan.com- Pemerintah Desa Pendem menggelar pawai karnaval Desa Pendem 2025, dengan mengusung tema potensi keberagaman budaya kearifan lokal, kegiatan ini digelar sepajang Jalan Mohamad Hatta, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pada Rabu (16/7/2025).

Kegiatan pawai karnaval Desa Pendem tersebut diikuti 50 RT yang meliputi 4 dsun, yaitu Dusun Pendem, Dusun Ledok, Dusun Caru, dan Dusun Sekar Putih. Dengan masing masing peserta menampilkan budaya lokal hingga hasil pertanian yang dimana dari masing masing peserta yang membawa hasil pertanian ini diperebutkan kepada masyarakat.

Pawai karnaval Desa Pendem juga dihadiri Camat Junrejo, Parman, Kapolsek Junrejo, Iptu Fredy Yopi, Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Efendi, serta perangkat Desa Pendem.

Kades Pendem Tri Wahyuwono Efendi menyampaikan, bahwasanya pawai karnaval Desa Pendem ini adalah menampilkan potensi budaya lokal hingga potensi pertanian yang ada di Desa Pendem.

“Di sisi lain kesatuan Poltekad Arhanud juga turut memeriahkan pawai karnaval Desa Pendem yang menampilkan drum band juga diikuti 70 personel, serta dimeriahkan sound system,” terangnya kepada awak media.

Menurutnya, puncak rangkaian selamatan Desa Pendem tersebut dimeriahkan pagelaran wayang kulit yang bertemakan lahirnya wisanggeni, dimana menceritakan lahirnya seorang pemimpin.

“Semoga bersih Desa Pendem yang akan datang bisa lebih menarik daya wisatawan lokal maupun wisatawan luar negeri, serta menyuguhkan dari potensi alamnya, pertaniannya, hingga budaya lokal,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Camat Junrejo, Parman, juga mengatakan, dengan adanya kegiatan pawai karnaval Desa Pendem dari Kecamatan Junrejo mendukung dan mengapresiasi serta kegiatan tersebut dilaksanakan dua tahun sekali.

“Ya, sehingga dari masing-masing RW menampilkan potensi potensi unggulan maupun mengekspresikan dari bahan daur ulang yang dikemas menjadi indah dan bisa dipamerkan dihadapan masyarakat,” ungkapnya.

Tak kalah menarik, tradisi cabutan yang selama ini dilakukan oleh masyarakat Desa Pendem adalah hasil dari produk produk pertanian maupun produk olahan yang menjadi bentuk kolaborasi dengan adanya hiburan, kesenian, serta kesakralan yakni yang dinamakan selamatan desa.

“Dimana kesakralan tersebut yang diyakini mulai zaman kepemimpinan terdahulu hingga sekarang, serta masyarakatnya bisa selamat semua,” tandas Parman. (Yan)

Responsive Images

You cannot copy content of this page