
Mandailing Natal, kabarterdepan.com-
Setiap memasuki bulan Ramadan, minuman cendol menjadi salah satu minuman favorit yang diburu masyarakat sebagai minuman berbuka puasa bagi masyarakat Mandailing Natal (Madina).
Banyaknya permintaan pesanan cendol ini membawa berkah tersendiri bagi pembuat ataupun produsen Cendol.
Salah satunya Anto, produsen Cendol yang tinggal di Desa Sinonoan,simpang Desa Tangga Bosi, Kecamatan Siabu Madina.
Selama bulan Ramadan Anto mengakui selalu kebanjiran order Cendol dari hari biasanya.
“Kalau hari biasa hanya membuat cendol sekitar 3 kg, namun setiap di bulan ramadan meningkat menjadi 30 kg,” ungkap Anto kepada Kabar terdepan jumat (7/3/2025).
“Tepung beras kita giling sendiri dan pandan sebagai pewarna sekaligus pengharumnya juga kita blender sendiri, tanpa pakai aroma pandan Pasta,” ungkapnya.
Lanjut Anto, semua bahan cendol miliknya alami terbuat dari beras pilihan. Ia mengklaim cendol buatannya rasanya enak dan bisa bertahan selama 3 hari.
“Untuk tepung, berasnya dari beras 64 yang juga gak ada dicampur beras pulut,” lanjutnya.
“Untuk pandannya juga sama, kita pilih, dan dengan proses memasak yang selalu kita jaga apinya,” sambungya lagi.
Anto juga menceritakan, cendol buatan dirinya merupakan warisan turunan dari orang tuanya.
“Hampir rata-rata pelanggannya merupakan para pedagang cendol sendiri, untuk harga bisa langsung aja datang kerumah,” ucapnya. (Suhartono)
