
Banyuwangi, kabarterdepan.com- Nasib nahas dialami pemulung di Banyuwangi, Giman, tunawisma berusia 70 tahun asal Dusun Kalibaru Wetan Rt 15 Rw 17 Desa Kalibaru, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi yang menjadi korban pembacokan gegera berebut rongsokan, Rabu, (2/10).
Giman dibacok oleh Heri Priyono (65) yang juga seorang tunawisma dan berasal dari Lingkungan Krajan, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi.
Heri dan Giman sama-sama bekerja sebagai pemulung di Banyuwangi, dan di waktu kejadian, terduga pelaku melarang korban untuk memulung di wilayah Cungking. Mereke berselisih berebut rongsokan.
Pemulung di Banyuwangi Saling Cekcok
“Sama-sama kerja di rongsokan. Saudara Heri dilarang mengambil rongsokan di Cungking oleh saudara Giman. Kemudian cekcok dan terjadi kejadian penganiayaan,” terang Kapolsek Giri, Iptu Budi Mujiono, Kamis, (3/10).
Terduga pelaku melakukan penganiayaan dengan menggunakan sebilah parang hingga mengakibatkan korban mengalami luka sobek sedalam 1,5 cm di kepala bagian depan.
Polisi menyebut peristiwa yang terjadi adalah karena kesalahpahaman antara pelaku dan korban dan kini keduanya sepakat untuk tak melanjutkan kasus tersebut ke jalur hukum.
“Keduanya sama-sama saling memaafkan dan tidak melanjutkan kasus ini,” ujar Budi. (Fitri)
