IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Berdayakan Perempuan, Bupati Mojokerto Dukung Program Pengurus JP3M

WhatsApp Image 2024 03 16 at 11.07.35 AM
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menerima audiensi dari JP3M Kabupaten Mojokerto (Kominfo Kab Mojokerto)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menerima audiensi dari pengurus organisasi Jam’iyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Mubalighoh (JP3M) Kabupaten Mojokerto, di ruang rapat Asisten Pemkab Mojokerto, Jumat (15/3) pagi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mojokerto sangat mengapresiasi dan mendukung atas program yang disampaikan pengurus JP3M Kabupaten Mojokerto dalam memberdayakan perempuan dan menjadi suatu penggerak dalam penyelesaian masalah khususnya terkait perempuan.

Responsive Images

“Tentu ini adalah suatu hal yang sangat luar biasa. Karena intinya adalah bagaimana kemudian menjadi bagian dari pemberdayaan perempuan. Pemberdayaan perempuan yang spesial karena disini basic-nya para pengasuh, penduduk pesantren, hafidh, dan wali,” ujar Ikfina.

Ditambahkan Ikfina, hal ini akan menjadi satu gerakan yang sangat luar biasa dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat, khususnya yang berhubungan dengan para perempuan.

Selain itu, pelaksanaan audiensi ini, organisasi JP3M juga menyampaikan terkait hasil rapat kerja tentang program-program yang akan dilakukan dalam kurun waktu pengurusan 2022-2027, dan laporan terkait kemitraan dengan Pemkab Mojokerto yaitu tentang pemberdayaan perempuan dan anak, pengadaan, Pelatihan terhadap perempuan.

Serta menjalin silaturahmi di bulan suci Ramadan dan meminta arahan serta bimbingan dari Bupati Mojokerto dalam menjalankan organisasinya.

Dalam menangani berbagai kasus pelecehan terhadap anak perempuan, kata Ikfina, pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan P2TP2A.

“Penanganannya itu juga membutuhkan tim dari P2TP2A karena tim yang ada di kami, pemerintahan daerah ini. Kami sudah meng-hire psikolog khusus untuk pendampingan beban dan sisi pendampingan hukumnya, sehingga tentu pendistrectnya, Ini adalah satu hal saling membutuhkan,” jelasnya.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto juga menyampaikan kegelisahannya terkait kesehatan santri perempuan yang berada di dalam pondok pesantren.

Kegelisahan tersebut diutarakan Ikfina terhadap pengelolaan pemilahan sampah dari pembalut yang digunakan oleh santri perempuan, perencanaan reproduksi, serta kebersihan reproduksi dari para santriwati tersebut.

“Salah satu yang menjadi kegelisahan saya adalah, terkait dengan pesantren yang santrinya itu putri, salah satu kegelisahan saya adalah bagaimana ketika para santri ini dalam kondisi menstruasi. Kalo masalah kebersihan ibu ibu sudah mengajarkan kepada anak-anak serta bimbingan dan pemantauan, tetapi pembalut yang sudah dipakai bagaimana cara untuk mengelolanya. Hal ini menjadi kegelisahan saya,” jelasnya.

Sehingga dengan adanya organisasi JP3M, Ikfina berharap, program yang telah dipaparkan bisa berjalan dengan baik, sekaligus memberikan dampak positif di Kabupaten Mojokerto.

ā€¯Harapannya pula, tetap berdasarkan marwah dalam mensyiarkan agama, dan memperkuat ukhuwah Islamiyyah. Semoga ini akan memberi manfaat untuk masyarakat dan bisa bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Mojokerto. Mohon untuk pak Plt. Asisten dan perwakilan Bakesbangpol di tindak lanjuti nanti saya nunggu laporan pak Plt Asisten,” pungkasnya.

Sebagai informasi, turut hadir dalam pelaksanaan audiensi, Plt. Asisten Pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Ardi Sepdianto, Kabag Kesejahteraan Rakyat Nunuk Djatmiko. (*)

Responsive Images

Tinggalkan komentar