
Kesehatan, Kabarterdepan.com – Batu ginjal adalah kondisi medis yang terjadi ketika endapan material, seperti garam atau mineral, mengkristal dan mengeras di dalam saluran kemih. Pembentukan kristal ini seringkali melibatkan beberapa zat kimia umum, termasuk kalsium, oksalat, dan asam urat.
Uniknya, batu ginjal tidak hanya terbatas pada organ ginjal itu sendiri. Endapan keras ini bisa ditemukan di sepanjang saluran kemih, mulai dari ginjal, kemudian bergerak ke ureter (saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih), kandung kemih, hingga uretra (saluran tempat urine keluar dari tubuh).
“Studi menunjukkan kasus pada laki-laki lebih banyak daripada perempuan, rasionya 3:1. Tapi karena faktor risiko gaya hidup seperti obesitas dan kecenderungan pola makan, maka ini rasionya berubah,” ujar spesialis urologi, dr Hilman Hadiansyah, SpU., dikutip Sabtu (5/7/2025).
Banyak faktor yang berkaitan dengan masalah batu ginjal. Di antaranya adalah kurang minum air putih, kurang olahraga, obesitas, hingga adanya riwayat masalah serupa di keluarga.
Tak hanya itu, terlalu sering mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung zat pembentuk batu ginjal juga bisa menjadi penyebab. Beberapa di antaranya adalah produk olahan susu, karena produk hewani ini memiliki kandungan kalsium hingga oksalat dan asam urat.
“Faktornya terlalu banyak mengonsumsi bahan makanan yang mengandung garam dan kristal pembentuk batu misalnya kalsium ada di dairy produk seperti keju dan susu,” terangnya.
“Lalu oksalat itu dari daging merah dan protein hewani lain, lalu asam urat itu ada dari jeroan, kacang-kacangan, dan makanan tinggi purin lainnya,” imbuhnya.
Perlu diingat, beberapa jenis makanan tersebut tetap memiliki manfaat yang baik untuk tubuh. Hal terpenting adalah menjaga asupannya agar tidak berlebihan dan diimbangi dengan olahraga yang cukup.
Tak hanya makanan-minuman tersebut, ia menuturkan, konsumsi suplemen vitamin C secara berlebihan juga dapat memicu masalah batu ginjal. (*)
