
Kesehatan, Kabarterdepan.com – Mitos yang menyebutkan bahwa makan nanas dapat menyebabkan keguguran sering kali menjadi kekhawatiran bagi ibu hamil. Buah nanas memang mengandung enzim bromelain yang dapat memecah protein.
Pada awal kehamilan, janin terdiri dari sel protein sederhana sehingga asupan bromelain dalam dosis tinggi diduga dapat memicu pendarahan, melunakkan leher rahim, dan menyebabkan kontraksi dini, yang berujung pada keguguran. Namun, benarkah demikian?
Kandungan Bromelain dalam Buah Nanas
Faktanya, dosis bromelain dalam satu buah nanas segar utuh tidak cukup tinggi untuk membahayakan kehamilan. Sebagian besar kandungan bromelain justru ditemukan pada batang nanas, bukan pada daging buahnya.
Selain itu, proses pengolahan seperti dibuat jus atau diawetkan (dalam kaleng) akan menghilangkan sebagian besar enzim ini.
Berdasarkan studi, efek menggugurkan kandungan baru bisa terjadi jika seorang ibu hamil mengonsumsi 7 hingga 10 buah nanas segar utuh sekaligus.
Jumlah ini sangat tidak realistis untuk dikonsumsi dalam satu waktu. Oleh karena itu, konsumsi nanas dalam jumlah kecil selama kehamilan sebenarnya tidak membahayakan janin.
Tips Aman Mengonsumsi Nanas saat Hamil
Meskipun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Jika ragu, hindari konsumsi nanas dan pilih buah-buahan lain yang kaya nutrisi.
- Ibu hamil dengan diabetes gestasional disarankan berhati-hati dalam mengonsumsi jus nanas karena kandungan gula alaminya yang tinggi dapat meningkatkan gula darah secara drastis.
- Waspada terhadap reaksi alergi, seperti pembengkakan di mulut, ruam kulit, atau gejala asma, yang bisa terjadi beberapa menit setelah mengonsumsi nanas. Kondisi ini lebih sering dialami oleh orang yang alergi terhadap serbuk sari atau lateks.
Secara keseluruhan, mengonsumsi nanas dalam porsi wajar dan tidak berlebihan aman bagi ibu hamil. Namun, penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau mengalami gejala yang tidak biasa setelah mengonsumsi buah ini. (*)
