IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Belasan LSM di Kabupaten Mojokerto Surati Bupati, ada Soal Galian C

Avatar of Jurnalis : Erix - Editor : Yunan
Perwakilan LSM di Mojokerto menyerahkan surat rekomendasi untuk bupati, Senin (25/9/2023). (Erik/KabarTerdepan.com)
Perwakilan LSM di Mojokerto menyerahkan surat rekomendasi untuk bupati, Senin (25/9/2023). (Erik/KabarTerdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com – Belasan perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kabupaten Mojokerto mendatangai kantor Pemkab Mojokerto, Senin (25/9/2023). Mereka menyampaikan surat yang berisi beberapa rekomendasi kepada Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati.

Poin-poin tersebut diklaim telah dirembukkan dan dirumuskan setelah digelarnya pembinaan LSM oleh Bakesbangpol Pemkab Mojokerto pada tanggal 13-14 September 2023 lalu.

Responsive Images

Ketua Gerakan Peduli Kelestarian Lingkungan Hidup (GPK LH) Suliyono mengatakan bahwa surat rekomendasi yang ia serahkan ada 26 poin.
Salah satunya tentang lingkungan hidup.

“Telah kami sampaikan melalui surat rekomendasi kepada Ibu Bupati Mojokerto. Bahwa ada beberapa poin yang kami tuangkan di dalamnya. Sudah kami serahkan dan diterima oleh sekretariat Pemda Mojokerto,” ujar Suliyono, Senin (25/09/2023).

Suliyono juga mengharapkan Bupati Mojokerto melakukan kajian-kajian atau koreksi-koreksi yang lebih menonjol, usulan dari LSM di Kabupaten Mojokerto terhadap perusakan lingkungan hidup, kemudian tambang galian C liar, atau tambang bodong tidak berijin agar ada penegakan supremasi hukum sebagaimana undang-undang yang berlaku.

“Kami disini ingin menagih supremasi penegakan hukum, apalagi saya sebagai aktifis lingkungan hidup menyayangkan masih banyak isu lingkungan hidup di Mojokerto yang perlu dibenahi. Terutama tambang yang tidak berijin,” tambah Suliyono.

Suliyono juga berharap surat rekomendasi itu dalam waktu maksimal satu minggu ada jawaban dari Pemkab Mojokerto. Apabila tidak ada jawaban, Suliyono mengaku siap mengadakan aksi demo di depan Kantor Pemkab Mojokerto.

“Apabila tidak ada respon, kami siap menjadwalkan untuk turun aksi. Tentunya kami akan terus mengawal poin-poin yang tertulis yang kami ajukan,” tegas Suliyono.

Surat yang berisikan poin-poin itu sebagai tindak lanjut pertemuan antara Pemkab Mojokerto dengan LSM Kabupaten Mojokerto. Agar pembinaan sebelumnya ada tindak lanjutnya, bukan sekedar acara saja.

Harapan LSM di Kabupaten Mojokerto bisa membantu dan bersinergi untuk mewujudkan cita-cita Bupati agar bisa membenahi lingkungan hidup yang ada di Kabupaten Mojokerto. (Erik)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Tinggalkan komentar