Bedug Langgeng Kemlagi Omzet Melejit Rp 300 Juta di Hari Raya

Avatar of Redaksi
IMG 20250220 WA0035
Beduk Langgeng Kemlagi, Mojokerto Yang Sudah Hampir Selesai Produksi, Senin (17/2/2025) (Tantri / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Di Dusun Kemiri, Desa Kedungsari, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto, terdapat pengrajin bedug yang telah beroperasi sejak 2009, bernama Bedug Langgeng milik Budi Cahyono (39).

Lokasinya berada di simpang tiga Kedungsari, perbatasan antara Mojokerto dan Ploso, Jombang.

IMG 20250220 WA0039
Salah Satu Pegawai Melakukan Proses Pengecatan Beduk Langgeng, Senin (17/2/2025) (Tantri / Kabarterdepan.com)

Bedug yang diproduksi di sini menggunakan dua jenis kayu, jenis kayu nangka atau mahoni untuk rangka, dan kayu jati untuk papan bedug.

Kulit yang digunakan berasal dari sapi betina, yang dianggap lebih kuat dan tahan lama dibandingkan sapi jantan. Proses pembuatan bedug memakan waktu sekitar dua minggu.

IMG 20250220 WA0042
Jenis Kulit Betina Pilihan Beduk Langgeng Kemlagi, Mojokerto, Senin (17/2/2025) (Tantri / Kabarterdepan.com)

” Dengan menggunakan kulit sapi betina sebab teksturnya kuat dan juga tidak gampang sobek, sedangkan jika sapi jantan memang tebal namun untuk segi ketahanannya kalah sama betina,” jelas Budi.

IMG 20250220 WA0041
Potret Proses Produksi Beduk Dengan Kayu Jati, Senin (17/2/2025) (Tantri / Kabarterdepan.com)

Budi menyampaikan bahwa pemilihan kulit sapi betina berdasarkan teksturnya yang lebih kuat dan tidak mudah sobek, sementara kulit sapi jantan lebih tebal tetapi kurang tahan lama.

Budi juga memastikan bahwa kulit yang digunakan berasal dari sapi yang sehat, dengan ciri khas bau amis yang normal.

IMG 20250220 WA0040
Tampak Kulit Beduk Dengan Warna Hitam, Senin (17/2/2025) (Tantri / Kabarterdepan.com)

Bedug yang diproduksi memiliki berbagai ukuran, mulai dari 40 cm hingga 2 meter, dan satu sisi bedug bisa memerlukan kulit sapi satu ekor jika berdiameter lebih dari 60 cm.

Untuk memastikan kualitas suara bedug, Budi mengikuti rumus tertentu dalam menentukan diameter dan panjangnya.

Bedug yang berkualitas memiliki suara yang mendalam dan tidak mengganggu telinga, baik dari jarak dekat maupun jauh.

IMG 20250220 WA0037
Berjajar Beduk Berbahan Kayu Jati di Kemlagi Mojokerto, Senin (17/2/2025) (Tantri / Kabarterdepan.com)

Harga bedug bervariasi tergantung pada ukuran, ukiran, dan jenis kayu, mulai dari Rp 7 juta hingga Rp 85 juta. Bedug Langgeng dapat bertahan 25 hingga 30 tahun jika dirawat dengan baik dan menggunakan pemukul yang juga dibuat oleh Budi.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, permintaan bedug meningkat signifikan.

Pada Ramadan 2023, pesanan meningkat dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

Budi mendapatkan pesanan dari berbagai daerah, termasuk Jombang, Lamongan, Surabaya, Banjarnegara, Lampung, dan Halmahera.

IMG 20250220 WA0036
Tempat Usaha Beduk Langgeng Simpang Tiga, Kemiri, Kemlagi, Kab. Mojokerto. Senin (17/2/2025) (Tantri / Kabarterdepan.com)

Setiap bulan, Budi menerima sekitar 4 hingga 5 pesanan pada hari biasa, sementara selama Ramadan bisa mencapai 10 hingga 12 pesanan.

Omzet pada hari biasa bisa mencapai Rp 80 hingga 150 juta per bulan, dan saat hari raya, omzetnya bisa melonjak hingga Rp 300 juta.

Pelanggan dapat memesan bedug secara langsung di lokasi pengrajin atau melalui media sosial seperti Facebook dan WhatsApp. (Tantri*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page