Bedah Data Sejarah Bung Karno Lahir di Ploso Jombang, Berikut Bukti Autentiknya

Avatar of Redaksi
Bung Karno
Pemerhati sejarah, Arif Yulianto, saat menunjukkan dokumen besluit Raden Soekeni dan arsip irigasi tahun 1894 yang menguatkan fakta sejarah kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang. (Karimatul Maslahah/Kabarterdepan.com)

Jombang, Kabarterdepan.com – Perdebatan mengenai tempat kelahiran Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, terus mendapat sorotan. Pemerhati sejarah asal Jombang, Arif Yulianto atau yang akrab disapa Cak Arif, kembali mempertegas temuannya bahwa Sang Fajar lahir di Ploso, Jombang, pada 6 Juni 1902.

Menurut Cak Arif, penyebutan “Surabaya” dalam berbagai dokumen otentik kelahiran Bung Karno merujuk pada wilayah administrasi Karesidenan Surabaya, di mana saat itu Kabupaten Jombang belum terbentuk.

“Kabupaten Jombang sendiri baru resmi berdiri pada tahun 1910. Jadi pada tahun 1902, wilayah Ploso secara administratif memang masuk dalam Karesidenan Surabaya,” ujar Cak Arif saat membeberkan sejumlah data di Jombang, Minggu (14/2/2026).

SK Tugas Ayah Bung Karno

Cak Arif menunjukkan bukti kuat berupa besluit atau Surat Keputusan (SK) tugas ayah Bung Karno, Raden Soekeni Sosrodihardjo.

Dalam dokumen tertanggal 28 Desember 1901 tersebut, Raden Soekeni diangkat sebagai Mantri Guru di Sekolah Ongko Loro, Ploso, Surabaya.

“Raden Soekeni mulai bertugas di Ploso akhir Desember 1901 dan menetap hingga 1907. Artinya, saat Bung Karno lahir enam bulan kemudian, yakni Juni 1902, posisi ayahnya memang sedang berdinas di Ploso,” terangnya.

Klaim ini juga diperkuat dengan catatan tulisan tangan Raden Soekeni yang menyebutkan putra beliau lahir pada 6 Juni 1902, serta arsip dari Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) yang mencatat Raden Soekarno lahir di Surabaya pada tanggal yang sama.

Untuk mematahkan keraguan, Cak Arif memaparkan laporan pekerjaan sipil pemerintah Hindia Belanda tahun 1894. Dalam dokumen irigasi Brantas tersebut, sejumlah desa yang kini masuk wilayah Jombang seperti Desa Wuluh, Pojokrejo, Gumulan, Kedungboto (Podoroto), dan Semanden (Kepuhdoko) secara eksplisit disebut berada di wilayah Soerabaja.

“Laporan itu menuliskan pembangunan pintu irigasi di wilayah Surabaya, namun titik koordinat dan nama desanya sekarang ada di Kecamatan Kesamben dan Tembelang, Jombang. Ini bukti bahwa penyebutan Surabaya pada masa itu mencakup wilayah yang kini menjadi Kabupaten Jombang,” paparnya.

WhatsApp Image 2026 02 15 at 1.21.05 PM

Sinkronisasi dengan Biografi Cindy Adams

Temuan data primer ini, menurut Cak Arif, sangat sinkron dengan biografi legendaris ‘Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’ karya Cindy Adams. Dalam buku tersebut, diceritakan bahwa Raden Soekeni mengajukan pindah dari Bali ke Jawa, tepatnya dikirim ke Surabaya, lokasi di mana putranya kemudian lahir.

“Jadi, narasi ‘Lahir di Surabaya’ dalam buku Cindy Adams itu harus dibaca dalam konteks geografis masa lalu. Surabaya yang dimaksud adalah Ploso, yang kala itu masuk Karesidenan Surabaya dan kini menjadi bagian dari Kabupaten Jombang,” pungkasnya. (Karimatul Maslahah)

Responsive Images

You cannot copy content of this page