
Yogyakarta, Kabarterdepan.com – Kolaborasi pengecekan kualitas makanan dilakukan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta dan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Yogyakarta.
Lokasi yang menjadi sasaran kali ini adalah para pedagang makanan di sekitar jalan Kampung Jogokariyan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, DIY.
Dari ratusan pedagang makanan saat Ramadan, terdapat 16 sampel makanan yang diambil. Pihaknya kemudian melakukan pengujian yang dilakukan di Kantor Kemantren Mantrijeron yang tidak jauh dari lokasi pengambilan sampel.
Pengawas Farmasi dan Makanan BBPOM, Dwi Nugroho menyebut pihaknya tidak menemukan makanan yang memiliki kandungan berbahaya usai dilakukan uji lab.
“Tadi hasilnya (sampel makanan yang di uji) memenuhi syarat semua, tidak ada yang bermasalah,” katanya pada Rabu (12/3/2025).
Kendati begitu, dalam berbagai kesempatan pihaknya berupaya untuk menjaga masyarakat agar terlindungi dari kandungan makanan yang tidak aman.
Sejak awal ramadan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan makanan di berbagai tempat untuk memastikan makanan yang dibeli masyarakat layak dikonsumsi.
Hingga menjelang akhir puasa, pihaknya akan menambah titik- titik pemeriksaan makanan.
“Ya nanti di Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo mungkin jadwalnya ada “ ujarnya.
Senada dengan Nugroho, Kepala Bidang sumber daya kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta, Eko Rahmadi mengungkapkan pihaknya mendatangi para pedagang di sekitar kampung Jogokariyan karena memiliki sejarah panjang.
Dalam berkolaborasi, pihaknya berupaya untuk memberikan edukasi kepada para pedagang. Harapannya makanan yang dijual terhindar dari kandungan polusi, dan kimia.
“Saudara-saudara kita di Masjid Jogokariyan bisa bisa mengonsumsi makanan aman saat puasa. Harapannya bisa laris, tapi masyarakat terlindungi, saudara yang ada di lapak-lapak bisa menjual makanan dengan cita rasa yang oke dan sehat,” katanya. (Hadid Husaini)
