
Mojokerto, KabarTerdepan.com– BAZNAS Kota Mojokerto periode 2026–2031 resmi dilantik oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, di Pendopo Sabha Kridha Tama Rumah Rakyat, Selasa (3/3/2026). Dalam pelantikan tersebut, wali kota menegaskan pentingnya amanah, integritas, dan profesionalisme dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) demi meningkatkan kepercayaan publik serta optimalisasi kesejahteraan masyarakat.
BAZNAS Kota Mojokerto diharapkan mampu bekerja maksimal meski jumlah pengurus kini lebih ramping. Tiga nama yang dilantik yakni Dwi Hariadi sebagai Ketua, Muhtadi sebagai Wakil Ketua I, dan Akhnan sebagai Wakil Ketua II. Meski sebelumnya struktur kepengurusan berjumlah lima orang dan kini menjadi tiga, efisiensi tersebut ditegaskan tidak boleh berdampak pada penurunan kinerja maupun kualitas layanan.
Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita menyampaikan optimisme terhadap kinerja pengurus baru.
BAZNAS Mampu Menghasilkan Output dalam Pengelolaan Zakat di Kota Mojokerto
Menurutnya, jabatan sebagai pengurus merupakan amanah besar karena mengelola dana ZIS yang bersumber dari aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat luas. Tanggung jawab tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga moral dan spiritual.
“Amanah ini bukan sekadar tugas organisasi, tetapi juga pertanggungjawaban kepada masyarakat dan kepada Allah SWT. Karena itu harus dijalankan dengan penuh integritas,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya transformasi pengelolaan ZIS berbasis data, perencanaan terukur, serta sistem monitoring dan evaluasi yang jelas. Dengan manajemen modern dan profesional, transparansi serta akuntabilitas dapat terjaga sehingga kepercayaan publik terus meningkat.
Kepercayaan ASN dan masyarakat disebut sebagai modal utama dalam penghimpunan zakat. Jika dikelola secara profesional dan terbuka, potensi peningkatan partisipasi muzakki akan semakin besar.
Selain optimalisasi internal, Ning Ita juga mendorong memperluas strategi penghimpunan zakat dengan menggandeng sektor swasta, badan usaha, serta memperkuat literasi zakat di tengah masyarakat.
Dalam konteks pembangunan daerah, dinilai sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Mojokerto untuk menekan angka kemiskinan. Tren penurunan angka kemiskinan yang selama ini tercatat di Kota Mojokerto diharapkan dapat terus berlanjut melalui sinergi program berbasis data antara dan perangkat daerah terkait.
Menutup sambutannya, wali kota berharap seluruh pengurus mampu menjalankan tugas hingga akhir masa bakti tahun 2031 dengan penuh tanggung jawab serta senantiasa mendapatkan bimbingan dan kekuatan dalam mengemban amanah tersebut.
