IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Bawaslu Kota Mojokerto Ajak Media Mencerdaskan Pemilih dalam Pemilu 2024

Avatar of Jurnalis : Muzakki - Editor : Ano
Diskusi peran media dalam pemilu 2024 yang digelar Bawaslu Kota Mojokerto, Kamis (28/12/2023). (Redaksi kabarterdepan.com)
Diskusi peran media dalam pemilu 2024 yang digelar Bawaslu Kota Mojokerto, Kamis (28/12/2023). (Redaksi kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com –
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mojokerto mengajak media untuk memberikan pendidikan dan pengawasan dalam Pemilu 2024.

Hal itu tercermin dari rapat koordinasi peran media dalam menyukseskan pemilu tahun 2024 yang digelar Bawaslu Kota Mojokerto, di Kantor Bawaslu Kota Mojokerto, Kamis (28/12/2023) siang.

Responsive Images

Kegiatan itu diikuti puluhan awak media yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto Raya, baik media siber, media cetak, radio maupun televisi.

Hadir sebagai narasumber, Abdul Quddus Salam, mantan Humas dan Data informasi Bawaslu Jawa Timur, dan Zacky Arisal, penasehat PWI Mojokerto Raya.

Abdul Quddus Salam atau yang akrab disapa Cak Quddus ini memaparkan bahwa salah satu fungsi media adalah sebagai perantara peserta pemilu dalam menyampaikan visi misinya kepada masyarakat.

“Peserta pemilu dalam hal ini bisa berarti Capres-cawapres, partai dan calon legislatif serta calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD),” ujarnya.

Ditambahkannya, fungsi media yang kedua adalah turut andil dalam pengawasan pemilu.
Menurutnya, bahkan Bawaslu justru sering mengetahui adanya sebuah pelanggaran pemilu dari pemberitaan di media.

Diketahui di Bawaslu ada 2 pola penanganan pelanggaran, yakni melalui temuan yang dilakukan oleh penyelenggara seperti Bawaslu. Yang kedua adalah laporan dari masyarakat.

“Temuan itu bisa diawali dari penjenengan (Media) memberitakan. Berita itu menjadi temuan Bawaslu, menjadi bagian yang penting yang tidak bisa dilepaskan dari pengawasan pemilu. Makanya biasanya teman-teman di Bawaslu melihat berita apa yang terjadi hari itu,” terangnya.

Sementara itu Zaki Arisal mengatakan, pemilu 2024 yang bertepatan hari kasih sayang 14 Februari 2024 juga dapat disebut sebagai hari kasih suara. Ini sebagai salah satu bentuk peran Media yang berfungsi memberikan pendidikan tentang pemilu.

“Sehingga media punya peran memberikan edukasi, khususnya kepada pemilih pemula yang jumlah generasi Z dan millenial mencapai lebih dari 50 persen total suara. Media bisa menyampaikan kepada mereka bahwa 14 Februari 2024 itu momen yang sangat penting karena bisa memilih pemimpin kita sendiri,” terangnya.

Untuk menjalankan fungsi pendidikan, imbuh Zacky, pemberitaan di media hendaknya bisa berdampak atau menjadi Influence. Ia menyayangkan peran influencer ini banyak diambil oleh para pegiat medsos.

“Harusnya ini punya media. Maka kalau bisa media lokal harus bisa menjadi influencer di daerahnya, maka bisa mempengaruhi masyarakat,” terangnya.

Ditambahkan Zacky, di dalam kampanye terbagi menjadi 3, yakni Negative Campaign, Black Campaign dan Positive Campaign. Menurut Zaki, yang dilarang adalah media melakukan Black Campaign atau menjelekkan paslon tanpa fakta atau hoaks.

“Negative Campaign itu boleh, tidak dilarang.
Tapi kita media mendorong bagaimana untuk bisa Positive Campaign, ini dalam rangka menciptakan suasana kondusif,” jelas wartawan Radio MajaFM ini.

Masih kata Zaki, saat ini jumlah media sangat banyak. Data dari Kominfo RI ada 50 ribu perusahaan media dan 43 ribu diantaranya adalah media online. Sedangkan data pengguna internet di Indonesia mencapai 123 juta orang atau hampir separo dari total penduduk Indonesia. Dari data itu yang menggunakan media sosial tercatat 150 juta penduduk.

“Yang 150 juta itu dimungkinkan menjadi sarang hoaks atau berita bohong. Sedangkan penangkalnya itu media yang berjumlah 50 ribu yang terverifikasi dewan pers,” ujarnya.

Selain fungsi pendidikan, lanjut Zacky, media juga berfungsi sebagai lembaga ekonomi. Ini mengingat media adalah lembaga bisnis yang juga punya tanggung jawab membayar gaji karyawannya.

Sebagai fungsi lembaga ekonomi, maka Zacky dapat memahami bahwa momen pemilu 2024 ini juga dapat dimaksimalkan oleh media untuk mencari income dari peserta pemilu.

“Ini juga berdasarkan Undang-undang 40 tahun 1999 tentang pers, bahwa media punya 5 fungsi. Kelima fungsi tersebut adalah fungsi informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial, serta fungsi sebagai lembaga ekonomi,” tutupnya. (*)

Tinggalkan komentar