
Surabaya, kabarterdepan.com- Basha Market kembali hadir dengan skala yang lebih besar dan lebih segar. Membawa tema Labyrinth, Basha Market ingin memberikan pengalaman multi-sensori kepada para pengunjung. Hal ini dapat terlihat melalui empat instalasi imersif yang keseluruhannya dipenuhi kilauan emas.
Merayakan 1 dekade penyelenggaraannya, Basha Market mengajak pengunjung untuk ‘jeda’ sejenak dari cepatnya pergerakan dunia. Digelar mulai Jumat (29/08/2025) hingga Minggu (31/05/2025), Basha Market menyajikan lorong kenangan, mengeksplorasi memori, persepsi dan nilai.
Setiap sudut ditaburi dengan beragam warna emas yang memberikan kesan refleksi sebuah kenangan dan suka cita. Di tengah kondisi yang serba cepat, lupa makna, karena silau dengan permukaan realita, melalui karya-karya instalasi ini Basha menantang pengunjung untuk bisa melihat lebih dalam.
Devina selaku Co Founder Basha Market mengatakan sejak pertama kali digelar, Basha selalu konsisten untuk menyaiikan konsep baru di setiap acaranya, hal ini lah yang menjadi ciri khas dan menarik minat masyarakat untuk selalu datang pada setiap penyelenggaraannya.
“Dengan menghadirkan tema berbeda setiap tahunnya, kami ingin Basha Market dapat menjadi wadah kolaborasi dan pertemuan antara pengusaha lokal, kreator, dan tentunya masyarakat itu sendiri,” jelas Devina, Jumat (29/08/2025).
Lebih lanjut pada gelaran kali ini Basha Market diikuti oleh lebih dari 150 tenant. Sebelum mengikuti Basha Market para tenant akan dikurasi terlebih dahulu untuk menggali cerita dan filosofi dari tiap brand, menampilkan hingga memberikan ulasan mengenai produk-produk di Basha Market .
“Kami bekerjasama dengan Key Opinion Leader atau KOL dari berbagai segmen untuk mereview lebih dulu produk-produk yang akan hadir di Basha,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama Christie Erin, Co-Founder Basha Market menuturkan jika event ini adalah platform serbaguna yang didesain untuk para seniman dan talenta industri kreatif untuk menampilkan karyanya, bertemu dengan konsumen serta berkolaborasi. Basha sudah diselenggarakan sebanyak 15 kali di Surabaya, Jakarta, dan Makassar dan 4 kali event online.
“Ini salah satu bentuk konsistensi kami untuk terus mendukung industri kreatif di Indonesia. Sebab tantangan hari ini bukan lagi tentang bagus atau tidaknya sebuah produk, tapi sejauh mana brand mampu untuk terus beradaptasi,” pungkasnya. (Husni Habib)
