Basarnas Hentikan Pencarian Korban Ponpes Al Khoziny, Proses Identifikasi 34 Jenazah Masih Berlanjut

Kabid Humas Polda Jatim Jules Abast tegaskan proses identifikasi jenazah Ponpes Al Khoziny tetap lanjut. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)
Kabid Humas Polda Jatim Jules Abast tegaskan proses identifikasi jenazah Ponpes Al Khoziny tetap lanjut. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com- Proses pencarian korban runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny telah berakhir dan ditutup oleh Basarnas pada Selasa (7/10/2025).

Walaupun pencarian telah berakhir, proses identifikasi jenazah masih terus berlanjut. Hingga saat ini Tim DVI Polda Jatim telah berhasil mengidentifikasi 34 korban dari total 67 kantong jenazah yang diterima oleh Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Jules Abast mengatakan untuk saat ini pihaknya masih fokus melakukan proses identifikasi korban Ponpes Al Khoziny. Hal ini sebagai bentuk simpati dan empati kepada keluarga korban yang telah lama menunggu sejak hari pertama bencana, Senin (29/09/2025).

“Untuk saat ini kami fokus pada proses identifikasi terlebih dahulu. Setelah semuanya selesai pihaknya akan berlanjut ke proses penegakan hukum,” jelas Jules, Selasa (7/10/2025).

Dirinya meminta semua pihak untuk bersabar agar tim DVI menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu hingga proses identifikasi semua korban Ponpes Al Khoziny selesai. Setelah itu selaku penegak hukum Polda Jatim akan melanjutkan ke proses selanjutnya.

“Jadi biarkan tim DVI bekerja dulu, sebagai bentuk empati kepada keluarga korban. Baru setelah itu kita melangkah ke tahap selanjutnya,” tambahnya.

Kronologi Tragedi Ponpes Al Khoziny

Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Ponpes Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.

Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.

Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB.

Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 8 body part. Dari puluhan korban meninggal dunia, 34 berhasil teridentifikasi.

Responsive Images

You cannot copy content of this page