Bar di ITC Permata Hijau Diduga Jadi Lokasi Aktivitas LGBT, Ditutup Permanen Setelah Viral di Media Sosial

Avatar of Redaksi
IMG 20250106 WA0109
Potret suasana diluar Bar ITC Permata Hijau. (@Andria75777 / Kabarterdepan.com)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Sebuah bar di Grand ITC Permata Hijau, Jakarta Selatan, menjadi sorotan setelah diduga menjadi tempat aktivitas kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) pada malam perayaan Tahun Baru, Selasa (31/12/2024). Dugaan ini mencuat setelah video penggerebekan bar tersebut oleh warga sekitar viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @jakartasekatan24jam, terlihat sejumlah pria yang diduga menghadiri acara di bar tersebut keluar dari lokasi sambil menundukkan kepala dan menutupi wajah mereka dengan tangan atau jaket. Sementara itu, warga setempat yang merasa resah tampak memantau dan mengawasi kepergian para pria tersebut.

Menanggapi situasi ini, pemilik bar memutuskan untuk menutup tempat usaha tersebut secara permanen. Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Widya Agustiono, mengonfirmasi bahwa bar di Grand ITC Permata Hijau itu telah resmi ditutup oleh pemiliknya.

“Informasi dari pengelola ITC mengatakan, bahwa bar itu sudah ditutup oleh pemiliknya,” jelas Widya saat dimintai keterangan, Minggu (5/1/2025).

Widya menambahkan, hingga saat ini kepolisian belum menerima laporan resmi terkait dugaan aktivitas LGBT yang terjadi di lokasi tersebut.

“Sampai sekarang belum ada laporan masuk. Namun, kami tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenarannya,” ujar Widya.

Penggerebekan dilakukan oleh sejumlah warga yang merasa terganggu dengan dugaan aktivitas LGBT di bar tersebut.

Bersama pihak keamanan gedung, warga mendatangi lokasi yang berada di dalam kawasan ITC Permata Hijau. Dalam rekaman amatir yang beredar luas, terlihat sekelompok pria keluar satu per satu dari bar tersebut, sementara warga mengawasi dari sekitar.

Insiden ini segera menjadi perhatian publik, terutama setelah rekamannya tersebar di media sosial. Banyak pihak yang memberikan komentar baik mendukung maupun mengecam tindakan tersebut.

Di tengah ramainya pemberitaan, pihak manajemen bar, yang bernama New LA Bunker, akhirnya merilis pernyataan resmi. Dalam keterangannya, Steven Chang, selaku Manager New LA Bunker, menyatakan bahwa mereka telah mengambil keputusan untuk menutup usaha secara permanen.

“Kami manajemen New LA Bunker yang berlokasi di Gedung ITC Permata Hijau, menyatakan bahwa mulai tanggal 1 Januari 2025, tempat ini resmi ditutup permanen,” ungkap Steven dalam pernyataan tertulisnya.

Meski bar tersebut telah ditutup, penyelidikan oleh kepolisian tetap berlangsung. Widya menjelaskan bahwa hingga kini belum ada bukti kuat atau laporan resmi yang masuk terkait tuduhan bahwa tempat tersebut dijadikan lokasi aktivitas komunitas LGBT.

“Kami masih mendalami informasi yang ada. Bar itu sendiri bukanlah tempat khusus untuk komunitas tertentu, melainkan dikunjungi oleh berbagai kalangan,” kata Widya.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus memantau situasi dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga ketertiban masyarakat.

Kasus ini memicu diskusi luas di media sosial dan masyarakat. Ada yang mendukung langkah warga untuk menggerebek lokasi tersebut, sementara yang lain menyoroti perlunya toleransi dan pemahaman yang lebih mendalam terkait isu-isu seperti ini.

Meski telah ditutup, insiden ini tetap menjadi perhatian, baik dari pihak keamanan, manajemen ITC, maupun masyarakat luas. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak langsung bertindak sendiri tanpa melibatkan pihak berwajib jika menemukan situasi serupa di kemudian hari. (Firda*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page