Banyuwangi Lolos Kompetisi IGA, Tim Penilai Inovasi Daerah Lakukan Tinjau Lapang

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241108 201007
Tim penilai IGA lakukan Tinjau lapang di Kecamatan Blimbingsari. (Fitri Anggiawati/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com – Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang lolos untuk penilaian validasi lapang kompetisi Innovative Government Awards (IGA) yang merupakan apresiasi tahunan yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Apresiasi diberikan kepada pemerintah daerah untuk keberhasilan melakukan inovasi di bidang tata kelola pemerintahan, peningkatan layanan publik, dan pembangunan.

Pada penilaian IGA kali ini, Banyuwangi mengajukan 220 inovasi dari berbagai bidang pemerintahan dan pelayanan publik, dan menindaklanjuti hal tersebut, tim penilai IGA datang langsung ke Banyuwangi selama dua hari, Kamis – Jumat (6-7/11/2024).

Para penilai terdiri dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, dan penilaian lapang tersebut merupakan tahap ke 4 dalam proses penilaian IGA 2024.

“Kami datang untuk melihat langsung inovasi yang telah diajukan. Apakah benar berjalan dan memberikan dampak bagi masyarakat,” kata Asisten Deputi Literasi, Inovasi dan Kreativitas Kemenko PMK, Maman Wijaya, Jumat, (8/10/2024).

Di Banyuwangi, tim penilai IGA melakukan sejumlah kunjungan di antaranya ke Balai Desa Karang Bendo dan Balai Desa Sukojati Kecamatan Blimbingsari.

Di sana tim melihat langsung sejumlah inovasi pelayanan publik yang diterapkan mulai dari sistem pelayanan publik berbasis digital hingga mengunjungi penerima program inovasi peningkatan ekonomi warga “Kanggo Riko”.

Kanggo Riko merupakan program penguatan ekonomi bagi rumah tangga miskin (RTM). Penerima program ini mendapatkan Rp2,5 juta, untuk memenuhi kebutuhan usahanya.

Program Kanggo Riko sendiri telah dirintis oleh Pemkab Banyuwangi sejak 2018 dan dirasakan manfaatnya oleh 6.898 KK. Khusus tahun 2024, ditargetkan ada 1.890 penerima Kanggo Riko.

“Ini satu dari berbagai program upaya pengentasan kemiskinan. Untuk program ini, prioritasnya diperuntukkan bagi ibu-ibu hebat yang menjadi tulang punggung keluarga,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat MY. Bramuda saat mendampingi tim penilai.

Selanjutnya tim penilai mendatangi Lounge Pelayanan Publik untuk melihat langsung pelayanan publik lain yang diterapkan oleh Banyuwangi.

Seperti Unit Gawat Darurat (UGD) Kemiskinan yang memuat data penduduk miskin by name by adress serta intervensi penanganan kemiskinan yang didapatkan.

Sebagai informasi, Kabupaten Banyuwangi selama 6 tahun beruntun sejak 2018 berhasil mempertahankan predikat sebagai kabupaten terinovatif se-Indonesia pada kompetisi IGA. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page