Banyuwangi Bersaing dengan 240 Wilayah di Indonesia Raih Predikat Smart City

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241113 155245
Rakor Persiapan Smart City di Pemkab Banyuwangi. (Fitri Anggiawati/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com – Banyuwangi menjadi 1 di antara 240 wilayah di Indonesia yang masuk nominasi daerah yang bakal bersaing untuk meraih predikat Smart City.

Smart city adalah prestasi bagi daerah yang unggul karena upaya-upaya inovatif dalam mengatasi berbagai persoalan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Untuk mendapatkan predikat tersebut, Banyuwangi terus mematangkan berbagai aspek yang menjadi tolok ukur penilaian, seperti yang dikatakan Asisten Administrasi Umum Pemkab Banyuwangi, Choiril Ustadi Yudawanto.

“Di Indonesia ada 240 daerah yang masuk nominasi smart city. Tadi ini adalah tahap dua, asesor masih melakukan wawancara, kita juga perlu melengkapi data yang diminta. Setelahnya baru asesor akan melakukan visitasi ke daerah,” terang Ustadi usai pemamaparan bersama OPD di Ruang Rapat Rempeg Jogopati, Rabu (13/11/2024).

Ustadi menjelaskan, untuk meraih predikat kota pintar, sebuah daerah paling tidak harus memenuhi 6 dimensi, di antaranya, Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society dan Smart Environment.

Dari Banyuwangi disebutnya memiliki jagoan program pada setiap dimensi, seperti pada Smart Governence, Banyuwangi menjagokan Smart Kampung dan Mall Pelayanan Publik Digital.

Pada Smart Branding, ditonjolkan Ijen Geopark dan Banyuwangi Festival. Pada Smart Economy yakni Banyuwangi menjagokan program UMKM Naik Kelas dan Ongkir Gratis.

Untuk Smart Living program yang ditonjolkan adalah angkutan wisata gratis, angkutan pendidikan gratis dan Sekardadu program rawat aliran sungai melibatkan pelajar.

Kemudian pada Smart Society, ditonjolkan program layanan kesehatan jemput bola (Jebol) warga, rantang kasih, Gancang Aron. Pada Smart Environment dijagokan program Banyuwangi Hijau, kolaborasi pemkab Banyuwangi dengan NGO Norwegia dalam penanganan sampah berkelanjutan.

“Setiap dimensi nantinya dilakukan penilaian. Banyuwangi dipuji oleh assesor karena berprogres dan bisa menyiapkan maksimal 6 dimensi yang diuji,” urainya.

Oleh karenanya dengan berbagai kesiapan yang ada, pihaknya optimis Banyuwangi bisa meraih predikat Smart City karena semua program berjalan dengan baik.

“Programnya semua dan itu berjalan, bukan suatu yang diada-ada. Memang itu dirasakan dampaknya oleh masyarakat,” tandasnya. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page