
Kota Bekasi, Kabarterdepan.com – Oknum ASN Pemkot Bekasi yang viral karena melarang ibadah, Ir Hj Masriwati membantah bahwa dirinya itu intoleran. Hal ini disampaikan Masriwati saat konferensi pers, Kamis (26/9/2024) di Command Center.
“Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali. Selama ini saya dipersalahkan, framingnya juga bjsa pemulihan nama baik,” harap Masriwari yang juga Kabid Pemasaran Disparbud Kota Bekasi.
Masriwati ingin, dari pihak Pendeta Maria bisa mengontrol anggotanya atau siapa pun untuk meredam bahwa selama ini ia bukan intoleran.
“Jadi, selama ini kita sudah hidup rukun bersama-sama dan pada kesempatan kali ini juga sampaikan permohonan maaf atas yang sudah terjadi dan saya menyerahkan semua kepada Pemerintah Kota Bekasi dan melalui Pj Wali Kota sebagai pimpinan kami, terima kasih,” pungkasnya.
Sebelumnya, video dugaan pelarangan ibadah yang diposting oleh Abu Janda melalui akun instagram miliknya @permadiaktivis2, Minggu (22/9/2024).
Kali ini, video dugaan pelarangan ibadah GMIM Trinitas Bekasi ini dilakukan oleh seorang ASN, Ir Hj Masriwati yang juga menjabat sebagai Kabid Pemasaran Disparbud Kota Bekasi.
Dalam video viral yang berdurasi 28 detik itu, Masriwati berteriak, izinnya tidak ada. Lalu dari pihak GMIM pun mengatakan, istri bapak yang mengganggu kami. Ibadah itu hak kita lho. Kemudian, Masriwati kembali menimpali, ya tapi bukan tempatnya. Tempat ibadah itu harus ada izin, harus ada izin. Berdoa harus izin, aduh. Bapak memfasilitasi orang yang intoleran. Tak terima, Masriwati kembali berteriak, tempat tinggal tidak ada izin, orang gila aja berhenti, izinnya tidak ada
