Bank Sampah Sekolah di Kota Yogyakarta Resmi Diluncurkan, SMPN 5 Jadi Pilot Project

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Pilot Project Bank Sampah di SMPN 5 Kota Yogyakarta yang diresmikan Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta Bambang Seno Baskoro. (Hadid Husaini)
Pilot Project Bank Sampah di SMPN 5 Kota Yogyakarta yang diresmikan Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta Bambang Seno Baskoro. (Hadid Husaini)

Yogyakarta, kabarterdepan.com – SMPN 5 Yogyakarta menjadi lokasi pilot project program bank sampah sekolah dan pengadaan biopori, Rabu (1/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, total ada 20 biopori yang dibagikan kepada SMPN 5 Yogyakarta. Adanya program tersebut membiasakan para siswa untuk peduli terhadap lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi C DPRD DIY Bambang Seno Baskoro secara langsung menemui para siswa.

Ia menyampaikan, selain membawa berkah, Bank Sampah sekolah disebutnya juga menjadi sumber rejeki bagi anak-anak.

“Anak-anak nanti membawa sampah anorganik yang ada dari rumah ke sekolah kemudian di bank kan atau disimpan. Nanti mereka juga akan mengambil hasilnya,” kata Bambang.

Ia menyampaikan bahwa program tersebut dipandu dan didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta serta forum Bank Sampah yang ada di wilayah.

Sementara untuk alat biopori ke depan disebutnya dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah di sekolah.

Adanya biopori disebutnya dapat membuat pengolahan sampah lebih terukur serta dapat mendorong terwujudnya program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS).

Percontohan Sekolah Bank Sampah

Kepala SMPN 5 Yogyakarta Siti Arina Budi Astuti menyampaikan sebelumnya sekolah telah menerapkan program Zero Trash selama 2 tahun.

Dengan dicanangkan sebagai percontohan sekolah Bank Sampah, ia menyampaikan akan semakin mendorong mengelola sampah.

“Kami telah berkoordinasi dengan orang tua, pelajar kami minta untuk membuang sampah di tempatnya masing-masing. Sehingga mereka bisa terbiasa,” katanya.

Pihaknya juga telah mengkondisikan agar setiap kegiatan di sekolah agar tidak menggunakan wadah yang menghasilkan sampah.

“Tidak hanya soal sampah, tapi kebiasaan seperti mematikan lampu ataupun saat beribadah, selalu kami ingatkan,” kataya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page