Banjir Kiriman dari Bogor Rendam Teluk Pucung Bekasi, 90 KK Mengungsi

Avatar of Redaksi
banjir
Ketua RW 02 Kelurahan Teluk Pucung, Febriansyah. (Yanso/kabarterdepan.com)

Bekasi, Kabarterdepan.com – Banjir kiriman dari Bogor merendam Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi Utara, hingga setinggi pinggang orang dewasa. Sebanyak 90 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke Masjid Al-Khalir, pada Kamis (29/1/2026).

Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Bogor sejak Rabu (28/1/2026) malam, memicu peningkatan debit air di sejumlah kawasan Kota Bekasi. Aliran air tersebut, menyebabkan genangan signifikan di permukiman warga Teluk Pucung.

RT 06 RW 02 Terendam Banjir Hingga 180 Sentimeter

Wilayah RT 06 RW 2 dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai 180 cm akibat aliran air dari Kali Bekasi. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua RT 06, Pungut, kepada media.

“Kiriman air dari kali Bekasi mengakibatkan 55 rumah di RT 06 terendam di ketinggian 180 cm dan kami akhirnya mengungsi sementara di jalan yang dataran tinggi,” ucap Pungut.

Saat ini warga yang terkena dampak telah berada di lokasi pengungsian sementara yang lebih aman. Pihak terkait sedang melakukan pemantauan kondisi air dan persiapan bantuan bagi korban banjir.

Di tempat terpisah Ketua RW 02 Kelurahan Teluk Pucung, Febriansyah, saat di lokasi melaporkan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa, pada pukul 08.45 WIB dan terus meningkat.

“Air saat ini sudah sepinggang orang dewasa dan belum menunjukkan tanda-tanda surut,” kata Febriansyah dalam video yang dikirimkan kepada awak media.

Permintaan Bantuan Evakuasi dan Logistik

Dia menjelaskan, warga terdampak telah dievakuasi ke lokasi pengungsian di Masjid Al-Khalir. Sebanyak 90 KK kini tengah berteduh di masjid tersebut dan memerlukan bantuan darurat.

Febriansyah meminta bantuan kepada Pemerintah Kecamatan Bekasi Utara, Polsek Bekasi Utara, kelurahan, serta instansi terkait. Bantuan yang dibutuhkan berupa kendaraan evakuasi dan logistik untuk para pengungsi.

“Kami sangat membutuhkan bantuan segera, baik evakuasi maupun logistik, mengingat ketinggian air sudah cukup tinggi dan kondisi warga mulai terdampak secara langsung,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih bertahan dan berpotensi meningkat seiring kondisi cuaca serta kiriman air dari wilayah hulu. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. (Yanso)

Responsive Images

You cannot copy content of this page