
Grobogan, kabarterdepan.com – Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten. Sebanyak 19 Desa di delapan kecamatan tergenang banjir. Puluhan warga juga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Ke delapan kecamatan tersebut diantaranya Purwodadi, Toroh, Grobogan, Karangrayung, Kedungjati, Gubug, Tawangharjo, Penawangan.
Hal itu diungkapkan oleh Kabid Kedaruratan, BPBD Grobogan Suwignyo, saat dikonfirmasi media pada Selasa (21/1/2025) siang.
Dikatakan, ketinggian banjir yang menggenangi sejumlah jalan dan permukiman warga berfariatif. Antara 20 centimeter hingga 60 centimeter. Namun saat ini sudah berangsur surut.
“Kelurahan Kalongan Kecamatan Purwodadi, Mojoagung Kecamatan Karangrayung dan beberapa desa di kecamatan Toroh sudah berangsur Surut,” terang dia.
Sementara banjir juga melanda wilayah kota Purwodadi,sejumlah jalan protokol juga tergenang banjir khususnya Jalan R Soeprapto, Dr Soetomo, dan Diponegoro ketinggian air masih berkisaran antara 30 hingga 40 centimeter.
“Hingga saat ini, kendaraan roda dua (motor) belum bisa melewati wilayah perkotaan,” ungkap Suwignyo.
Akibat banjir yang melanda wilayah kota Purwodadi setidaknya ada 54 warga Purwodadi yang mengungsi. Tepatnya warga Perumahan Permata Hijau dan Perum Griya Citraduta Purwodadi.
“Para warga mengungsi di GOR Ngraji Kecamatan Purwodadi dan di Kantor BPBD,” tambah dia.
Ditambahkan, imbas banjir yang menggenangi delapan kecamatan itu juga menggenangi ratusan hektar lahan persawahan.
“Saat ini belum dilakukan pendataan pasti lahan yang terdampak,”kata dia.
Suwigyo juga menyebutkan, dampak banjir di Grobogan juga memutus akses jalan Kecamatan Godong, Grobogan dengan Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali.
“Ketinggian air mencapai 40 Centimeter, tapatnya di depan pasar Sumberejosari, sampai sebelah Utara kantor kecamatan Karangrayung,” terangnya. (Masrikin).
