
Grobogan, kabarterdepan.com- Banjir yang menggenangi Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan Jawa Tengah, hingga Kamis (13/3/2025) belum pulih total.
Meski genangan banjir di rumah warga terdampak sudah mulai surut. Namun, akses jalan yang terputus sepanjang 50 meter dengan kedalaman 4 meter masih tergenang air.
Warga setempat yang terisolir terpaksa mengunakan perahu yang sudah disediakan oleh para relawan agar dapat beraktifitas.
Diketahui, putusnya jalan tersebut diakibatkan dari tekanan air dari tanggul Sungai Tuntang yang menghantam jalan warga. Akibatnya, mobilitas warga menjadi terbatas, terutama untuk menjangkau fasilitas umum seperti pasar, sekolah, dan pusat kesehatan.
Di sisi lain, untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir, Relawan bersama TNI dan Polri, sejak Rabu 12 Maret kemarin, harus menggunakan perahu untuk menyeberangkan warga untuk melakukan aktifitas.
Pendistribusian bantuan logistik, seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan juga dilakukan relawan mahasiswa dari Universitas Semarang.
Syaiful Hadi bersama teman mahasiswa lainnya juga telah turun tangan membantu warga sejak Rabu (12/3/2015), Hal itu disampaikan Harno, warga Baturangung kepada media Kamis (13/3/2015).
Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan oleh para relawan yang membantu warga yang terdampak banjir.
“Warga Baturangung sangat terbantu dengan kehadiran mereka. Tanpa bantuan ini, kami akan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya,
Dikatan Harno, warga yang terdampak banjir di Desa Baturagung tetap berusaha bertahan dalam kondisi yang serba terbatas itu.
“Kami berharap kondisi benar-benar pulih dan aktifitas kembali normal,” harapnya.
Sementara, dari pantauan kabrterdepan.com pemerintah Kabupaten Grobogan juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir.
Termasuk membangun kembali tanggul yang jebol dan memperbaiki jalan yang putus. Namun, proses perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, mengingat kondisi medan yang masih sulit dijangkau. (Masrikin)
