Bali Hadapi Tantangan Serius, Gubernur Koster Gandeng MUI Kawal Program Prioritas

Avatar of Redaksi
IMG 20250420 WA0057
Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta berfoto bersama para tokoh muslim Bali dalam acara Halal Bihalal yang digelar oleh MUI Bali, Sabtu (19/4/2025). (Humas Pemrov Bali for kabarterdepan.com)

Denpasar, kabarterdepan.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, memaparkan program prioritas pembangunan Bali lima tahun ke depan di hadapan tokoh-tokoh Muslim Bali. Dalam acara Halal Bihalal yang bertajuk “Silaturahmi dan Kolaborasi Mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali” di Harris Hotel, Sabtu (19/4/2025),
Koster yang hadir bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi Bali.

“Kita harus serius menyelesaikan masalah-masalah ini satu per satu. Program prioritas kami dalam lima tahun ke depan adalah menangani sampah, kemacetan, bule nakal, dan lainnya,” ujar Koster.

Ia menekankan bahwa Bali bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga rumah bagi semua yang tinggal di sana.

“Kita harus berkomitmen untuk menjadikannya nyaman,” tambahnya.

Program Prioritas Gubernur Bali

Koster menjelaskan bahwa visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” adalah konsep budaya dan kearifan lokal yang memuliakan alam, manusia, dan kebudayaan, tanpa memandang suku dan agama.

“Ini bukan konsep agama, ini konsep budaya, ini konsep kearifan lokal yang memuliakan alam, manusia, dan kebudayaan, alam beserta isinya, semuanya,” ungkap Koster.

Ia mengajak seluruh masyarakat Bali, tanpa memandang latar belakang, untuk bersama-sama menjaga alam dan budaya Bali.

“Jadi ini tanggung jawab kita semua. Kan semua ini alam yang terbersih. Semuanya harmonis, hidup manusianya juga berjalan dengan bagus, apapun agamanya, apapun golongannya, dari mana pun juga. Semua yang ada di Bali ini, nantinya di Bali apalagi, itu kita harus kompak semua,” jelasnya.

Koster juga menekankan pentingnya toleransi antarumat beragama. “Saya kira semua agama mengajarkan dengan nilai-nilai yang baik, penuh harmoni toleransi. Semuanya begitu, mengajari yang baik-baik, bukan yang tidak baik Ini yang harus kita jalankan di Bali,” pungkasnya.

Menanggapi pemaparan Gubernur Koster, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali, H. Mahrusun Hadyono, menyatakan dukungan penuh terhadap program prioritas tersebut. “Kami tidak dalam kapasitas mendukung atau tidak mendukung, tapi kalau itu hal yang baik kami pasti ikut berkontribusi dan mendukung,” tegasnya.

Hadyono juga berkomitmen untuk membantu sosialisasi program-program pemerintah, termasuk gerakan Bali bersih sampah, kepada umat Muslim di Bali. “Kami pasti ikut membantu sosialisasi soal gerakan Bali bersih ini, termasuk program-program lain yang sudah terlaksana dari pak Gubernur,” tandasnya.

Gubernur Koster menekankan bahwa menjaga Bali adalah tanggung jawab bersama. “Jaga di Bali semua karena kita hidup disini, menghirup udara disini, mencari rezeki di sini, tanggung jawab bersama untuk menjaga Balinya agar, supaya dia bagaimana ekonominya kemudian memberikan berkah bagi kita semua,” timpal Koster.

Ia mengingatkan bahwa kerusakan Bali akan merugikan semua pihak. “Jangan rusak Bali ini, kalau Bali rusak rugi kita. Jadi Bali tidak saja milik kita, miliknya Indonesia bahkan milik dunia,” urai Koster. Dengan dukungan dari MUI Bali dan partisipasi aktif masyarakat, Koster optimis berbagai tantangan yang dihadapi Bali dapat diatasi dengan baik. (Wij)

Responsive Images

You cannot copy content of this page