
Cianjur, Kabarterdepan.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur memprediksi hujan dengan intensitas tinggi masih akan mengguyur wilayah sekitar selama dua pekan ke depan, bertepatan dengan awal bulan Ramadan. Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana tanah longsor dan pergerakan tanah, khususnya di wilayah rawan.
Sekretaris BPBD, Asep Sudrajat, mengatakan prakiraan tersebut merujuk pada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan potensi hujan masih cukup tinggi di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Baca juga: Rahasia Tubuh Fit Ramadan: Micro-Workouts 7 Menit
“Bahkan potensi hujan deras diperkirakan terjadi selama dua pekan ke depan. Saat ini pun hujan masih sering turun sejak pagi hingga malam hari,” ujar Asep, Kamis (19/2/2026).
Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan bencana besar akibat cuaca ekstrem tersebut. Laporan terakhir terkait tanah longsor terjadi di Kecamatan Campaka Mulya, yang menyebabkan beberapa rumah warga terdampak serta akses jalan sempat tertutup material longsor.
“Namun kondisi tersebut sudah bisa ditangani dan jalur yang terdampak kini sudah dapat dilalui kendaraan,” jelasnya.
BPBD Imbau Masyarakat Cianjur Waspada Bencana
Asep mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di wilayah rawan bencana seperti kawasan Cianjur Selatan. Ia menegaskan, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih cukup besar dalam dua pekan mendatang.
“Masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan longsor dan pergerakan tanah, agar selalu waspada dan segera melaporkan jika terjadi tanda-tanda bencana,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Cianjur masih menetapkan status siaga bencana alam hingga April 2026. BPBD bersama relawan tangguh bencana, pemerintah desa, dan kecamatan terus melakukan pemantauan di sejumlah titik yang kerap terdampak bencana.
“Kami terus memantau wilayah-wilayah rawan melalui koordinasi dengan relawan dan aparatur setempat guna meminimalisasi risiko dan dampak bencana,” pungkasnya.
Editor berita: Ririn W.
