Apakah Boleh Minum Jamu Pasca Melahirkan? Simak Penjelasannya

Avatar of Lintang
Ilustrasi jamu. (Freepik)
Ilustrasi jamu. (Freepik)

Kesehatan, Kabarterdepan.com – Jamu pasca melahirkan masih menjadi tradisi populer di tengah masyarakat Indonesia sebagai bagian dari perawatan selama masa nifas.

Ramuan herbal seperti kunyit asam, beras kencur, hingga jamu galian secara turun-temurun dipercaya dapat mempercepat pemulihan dan mengembalikan energi ibu yang baru saja melahirkan.

Namun, seiring dengan perkembangan informasi, penting bagi para Bunda untuk memahami lebih dalam mengenai keamanan, efek samping, dan dampaknya, terutama bagi ibu menyusui dan Si Kecil.

Jamu untuk ibu pasca melahirkan adalah minuman herbal yang diracik dari bahan-bahan alami. Dilansir dari berbagai sumber, bahan-bahan yang umum digunakan antara lain kunyit, jahe, temulawak, kencur, daun sirih, dan rempah-rempah lainnya.

Kombinasi alami ini dipercaya memberikan sejumlah manfaat, antara lain:

  • Membantu pemulihan tubuh pasca persalinan;
  • Meningkatkan energi;
  • Menjaga kesehatan secara menyeluruh;
  • Melancarkan produksi ASI.

Melihat beragam manfaatnya, tak heran jika banyak ibu tertarik mengonsumsi jamu habis melahirkan. Namun, penting dipahami bahwa meskipun terbuat dari bahan alami, jamu ini tidak bisa dikonsumsi secara sembarangan ya. Ada aturan yang perlu diperhatikan, dan tidak semua ibu pascamelahirkan diperbolehkan mengonsumsinya.

Kondisi medis tertentu seperti mempunyai alergi, mengalami perdarahan setelah melahirkan, atau penggunaan obat-obatan tertentu bisa menjadi alasan bagi Bunda untuk menunda atau menghindari konsumsi jamu habis melahirkan ya.

Jadi, pastikan Bunda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi jamu habis melahirkan, agar tetap aman dan sesuai dengan kondisi tubuh. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page