IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Apa Jadinya Jika Prabowo Gandeng Ganjar di Pilpres 2024?

Avatar of Jurnalis : Erix - Editor : Yunan
Kebersamaan Prabowo Subianto dengan Ganjar Pranowo. (Instagram @prabowo)
Kebersamaan Prabowo Subianto dengan Ganjar Pranowo. (Instagram @prabowo)

Jakarta, KabarTerdepan.com – Pengamat politik sekaligus direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI), Denny JA punya data yang mencengangkan apabila Prabowo Subianto yang maju sebagai Bakal Calon Presiden (Bacapres) menggandeng Ganjar Pranowo sebagai bakal Calon wakil Presiden (Bacawapres) dalam pilpres 2024.

Jika skenario itu terjadi, maka pilpres 2024 hanya diikuti dua pasangan calon, yakni melawan Anies Baswedan yang menggandeng Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Karena diikuti dua pasangan calon, maka Pilpres 2024 hanya akan berlangsung satu putaran saja, lebih hemat anggaran, serta tidak menguras banyak energi dan emosi.

Responsive Images

Jika Prabowo–Ganjar bersatu maka LSI menyebut kemenangan akan diraih sebesar 64,9 persen. Sedangkan Anies-Cak Imin hanya memperoleh 16,6 persen. Kemenangannya mencatatkan selisih di atas 40 persen. Selisih ini akan menjadi kemenangan telah terbesar dalam sejarah pemilu langsung di Indonesia.

“Hasilnya Prabowo dan Ganjar memperoleh dukungan 64,9 persen. Sementara Anies dan Muhaimin mendapat suara 16,6 persen,” kata Denny dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/9/2023).

Denny menjelaskan, kemenangan telak sebelumnya pernah terjadi saat Pilpres 2004 dan 2009 saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maju sebagai capres. Namun kemenangan SBY hanya mencatatkan angka 61 persen. Sementara jika Prabowo berpasangan dengan Ganjar maka kemenangannya akan menembus angka 62 persen.

Lantas bagaiman jika komposisi keduanya dibalik, yakni Ganjar sebagai capres dan Prabowo cawapresnya. Hasilnya pasangan tersebut tetap menang namun kemenangannya tidak sebesar komposisi Prabowo sebagai capres dan Ganjar Cawapresnya.

“Bagaimana jika dibalik? Ganjar capres-nya, Prabowo cawapres-nya. Mereka juga tetap menang, tapi kemenangannya di angka 60 persen, sementara Anies dan Muhaimin memperoleh 20,6 persen,” ujar Denny.

Meski kemenangan tersebut masih terbilang besar tapi selisih kemenangannya di bawah 40 persen, sementara jika Prabowo yang menjadi capres, selisih kemenangannya melampaui 40 persen.
Akan tetapi Denny JA mempertanyakan apakah mungkin antara Prabowo dan Ganjar bersedia menjadi cawapres? Menurutnya kemungkinan itu tetap saja ada peluang terwujud.

“Namun, mungkinkah Ganjar bersedia mengalah menjadi cawapres saja? Jika kalkulasi-nya semata-mata rasional, itu mungkin. Kemenangan Prabowo sebagai capres jauh lebih telak ketimbang kemenangan Ganjar sebagai capres,” ujar Denny.

Meski begitu, Denny menilai jika pemilu presiden adalah peristiwa politik yang menggunakan kalkulasi politik. Sehingga perhitungannya akan berbeda dengan perhitungan statistik. Menurutnya sebelum pendaftaran capres-cawapres ditutup, maka segala kemungkinan masih mungkin saja terjadi. (*)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Responsive Images

Tinggalkan komentar