
Otomotif, Kabarterdepan.com – Kita bedah tuntas salah satu SUV paling kontroversial tapi juga paling dicintai di Indonesia: Opel Blazer (atau Chevrolet Blazer).
​Sering dipanggil “Si Kebo” karena badannya yang bongsor dan (dulu) sering dianggap lemot, mobil ini sebenarnya punya potensi terpendam kalau lu paham cara “menjinakkannya”.
Apa Itu Opel Blazer ?
​Berikut Detail Opel Blazer dari kacamata Overland dan Durability berdasarkan data terkini:
​1. IDENTITAS & SPESIFIKASI (The American Tank)
​Meski pakai emblem Opel (Jerman), aslinya ini adalah Chevrolet S-10 Blazer buatan Amerika. Di Indonesia, populasinya terbagi menjadi dua varian mesin utama (plus satu varian langka):
​2.2L SOHC (Montera / SLi):
​Karakter: Mesin sederhana (8 valve), tenaga pas-pasan (117 HP), tapi torsi badak di putaran bawah.
​Overland Score: Lebih Reliable. Karena mekanismenya simpel, dia lebih tahan banting dan tidak “se-manja” kakaknya yang DOHC. Timing belt putus? Aman, gak nabrak klep (Non-Interference).
​
2.2L DOHC (LT):
​Karakter: Tenaga lebih besar (142 HP), nafas panjang di tol.
​Overland Score: Risky. Mesin ini Interference Engine. Kalau timing belt putus, piston nabrak klep, mesin hancur. Sering bermasalah di suhu (Overheat).
​4.3L V6 Vortec (The Holy Grail):
​Status: Langka (biasanya CBU atau edisi khusus).
​Power: 190 HP. Ini baru monster beneran, biasanya sudah 4×4.
​2. KEMAMPUAN OVERLAND (Touring vs Offroad)
​Jangan samakan Blazer dengan Taft atau Jimny. Blazer adalah “Touring SUV”, bukan Rock Crawler.
​A. Keunggulan (The Good):
​Kenyamanan Eropa: Suspensi Blazer (Perong di depan, Per Daun di belakang) disetting sangat empuk. Untuk perjalanan jauh (Long Haul Touring) lintas provinsi, Blazer jauh lebih nyaman dan stabil dibanding Kijang Kapsul atau Panther di eranya.
​Tank Baja: Pelat bodinya terkenal sangat tebal (“Kebo”). Aman dari semak belukar atau benturan ringan di jalur light offroad.
​Kabin Senyap: Peredaman kabin istimewa, cocok buat istirahat saat camping di dalam mobil (Car Camping).
​B. Kelemahan Fatal (The Bad):
​Mayoritas 4×2 (RWD): 99% Blazer di Indonesia penggerak roda belakang. Dengan bobot 2.2 Ton, kalau masuk lumpur licin, dia gampang banget “kepater” (stuck) karena bobotnya bikin roda amblas.
​Radius Putar Kapal: Radius putarnya besar banget. Kalau ketemu jalur hairpin (tikungan tajam) di gunung, siap-siap maju-mundur cantik.
​Ball Joint Ringkih: Kaki-kaki depan sering jadi momok. Ball joint bawaan sering jebol kalau sering dihajar jalan rusak.
​C. Solusi Modifikasi Overland:
Banyak anak komunitas (Blazer Indonesia Club) melakukan Engine Swap ke Mesin Diesel Isuzu Panther (4JA1) atau Toyota (2KD).
​Kenapa? Untuk mengejar Torsi dan Efisiensi BBM saat touring jauh. Sasis Opel Blazer yang badak dikawinkan dengan mesin diesel yang irit adalah kombinasi maut.
​3. DURABILITAS & PENYAKIT KHAS (Wajib Cek!)
​Kalau lu mau ambil Opel Blazer buat Overland, lu wajib akrab sama daftar “Penyakit Kebo” ini:
​Overheat (Demam Panggung):
Sistem pendingin Opel Blazer (terutama DOHC) sangat sensitif. Radiator mampet dikit atau extra fan mati, suhu langsung naik. Wajib flush radiator dan pastikan visco fan sehat.
​Kaki-Kaki (Ball Joint):
Ini penyakit paling legendaris. Solusinya? Jangan pakai part ori standar. Banyak bengkel spesialis memodifikasi Ball Joint pakai punya Toyota Innova atau Colt Diesel PS100 yang jauh lebih kuat dan murah.
​
Bensin “Sultan” (Boros):
Siapkan dompet tebal. Konsumsi BBM dalam kota bisa 1:5 atau 1:6 km/liter. Luar kota 1:9. Ini alasan kenapa harga bekasnya jatuh.
​AC Panas:
Kompresor AC sering berisik dan kurang dingin. Solusi umum: Ganti kompresor pakai merk Sanden atau Denso universal.
​4. SPAREPART & MAINTENANCE (2025/2026 Status)
​Ketersediaan: Sparepart fast moving (kampas rem, filter) masih aman di toko online atau spesialis GM. Tapi part bodi dan slow moving (sensor-sensor mesin) mulai langka dan harganya lumayan “pedas” dibanding mobil Jepang.
Komunitas: Ini kunci survival miara Blazer. Komunitasnya sangat solid (BIC – Blazer Indonesia Club). Jangan piara Blazer sendirian, masuk komunitas biar tau bengkel rujukan yang gak “getok” harga.
​VERDICT: Layak Gak Buat Overland? ​
LAYAK, JIKA:
​Lu cari mobil bahan murah (Rp 30-50 Jutaan) tapi rasa berkendara Rp 300 Jutaan.
​Rute Overland lu dominan aspal rusak/berbatu (Gravel), bukan lumpur ekstrem (Mud).
​Lu siap swap mesin ke Diesel atau sabar dengan konsumsi bensinnya.
​Lu paham teknis dasar mesin (biar gak dikibuli bengkel).
​JANGAN BELI, JIKA:
​Lu berharap reliabilitas setara Toyota Kijang.
​Lu mau main Deep Mud (Lumpur dalam) tanpa 4×4.
​Saran Broverland
Cari varian Montera (SOHC) manual. Tenaganya emang lebih kecil, tapi perawatannya jauh lebih waras dan mesinnya lebih bandel buat disiksa di jalanan Indonesia.
Referensi & Sumber Data
- Wikipedia Bahasa Indonesia & Kompas Otomotif
- KabarOto, Insureka, & Autofun
- KabarOto – “Penyakit Khas Opel Blazer” & Bengkel Spesialis Intro Autoworks
- Autofun Review & User Reports (Quora Otomotif)
Sumber tulisan. Facebook Broverland
