Antisipasi Praktik Monopoli Hingga Penimbunan Bahan Pokok Jelang Ramadan, Polisi Sidak Pasar Sidomakmur Blora

Avatar of Redaksi
IMG 20250228 WA0147
SIDAK : Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto memastikan tidak ada praktik monopoli harga menjelang Bulan Ramadhan tahun ini. (Fitri/kabarterdepan.com)

Blora, Kabarterdepan.com-Mengantisipasi adanya praktik monopoli harga bahan pokok menjelang Bulan Ramadan 1446 Hijriah atau tahun 2025, Polres Blora melakukan sidak pasar tradisional terbesar di pusat kota Blora, Jumat (28/2/2025).

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto menuturkan sidak yang dilakukan bersama Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) Blora untuk memantau harga sembako menjelang bulan Ramadhan.

“Kita memastikan tidak ada praktik monopoli di Pasar Sidomakmur Blora, menjelang bulan ramadan,” terang AKBP Wawan.

Beberapa sampel diambil secara acak di kios sembako, untuk memastikan tidak ada mark up atau kenaikan harga sembako menjelang bulan puasa di pasar Sido Makmur, Blora.

“Tadi kita kroscek di kios Blok D dan dan Blok A. Kita ambil tujuh kios secara acak,” kata dia.

Dari beberapa kios yang disidak, sambung Kapolres Blora, sembako atau bahan pokok yang dijual dengan harga yang stabil. Selain itu, dari keterangan para pedagang tidak terjadi kelangkaan barang.

“Stok masih aman, para pedagang juga tidak mengeluhkan kekosongan barang,” ungkapnya.

Lalu, Kapolres Blora menjelaskan, ada enam item atau jenis bahan pokok yang menjadi fokus sidak menjelang Bulan Ramadan tahun ini. Diantaranya, Harga beras, Minyak Goreng, Bawang merah, Cabe Merah, ayam dan daging sapi.

Ia menilai, untuk beras rentan harga yang dijual cenderung sama di setiap kios, dari Rp 12.500 hingga Rp 15.000 per kilogramnya. Lalu untuk minyak goreng termahal dijual dengan harga Rp 20.000 perliter. Sementara Bawang merah dijual dengan harga tertinggi Rp 27.000.

“Untuk yang menjadi konsen kita di harga cabe merah, rentan harga tiap kondisi berbeda. Dari termurah Rp 21.000 dan termahal mencapai Rp 80.000,” terang Kapolres Blora.

“Namun untuk stok (cabe merah) masih banyak,” tambah AKBP Wawan.

Lebih lanjut, untuk harga ayam dijual dengan rata-rata harga di Rp 51.000 per kilogram. Sementara untuk daging sapi tertinggi dijual dengan harga Rp 130.000 per kilogram.

AKBP Wawan menegaskan, operasi serupa akan tetap dilakukan secara berkala. Ia menyoroti tingginya permintaan bahan pokok saat Bulan Ramadan dapat memicu adanya praktik monopoli harga sampai dengan praktik penimbunan barang.

“Jangan sampai tingginya permintaan bahan pokok saat bulan puasa menjadi peluang oknum yang tidak bertanggungjawab, sehingga mengakibatkan kerugian di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ditambahkan, ia akan menginstruksikan seluruh jajaran Polsek yang ada di Blora untuk turut memantau pasar-pasar tradisional yang lain diwilayah masing-masing.

“Setiap Polsek nanti langsung melapor ke Polres, bila terjadi dugaan penimbunan atau praktek monopoli. Kita pastikan tidak ada kelangkaan, dan masyarakat mendapatkan dengan harga terjangkau,” tandas Kapolres Blora. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page