Antisipasi Penyebaran PMK, Pasar Hewan Ngrame Disemprot Disinfektan dengan Damkar

Avatar of Andy Yuwono
Petugas pemadam kebakaran melakukan penyemprotan disinfektan untuk antisipasi penyebaran PMK di Pasar Hewan Ngrame, Jumat (17/1/2025) (Andy / Kabarterdepan.com) 
Petugas pemadam kebakaran melakukan penyemprotan disinfektan untuk antisipasi penyebaran PMK di Pasar Hewan Ngrame, Jumat (17/1/2025) (Andy / Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com –
Selain dilakukan penutupan selama 14 hari, pasar hewan di Mojokerto juga digelar penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh area depan hingga kedalam pasar hewan di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Menteri Pertanian dalam rangka mencegah dan mengendalikan penyebaran PMK, mengingat pasar hewan merupakan salah satu tempat potensial penularan penyakit tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto, Tutik Suryaningdyah menuturkan, dihari pertama penutupan pasar hewan juga dilakukan penyemprotan di dua lokasi, yakni pasar hewan Pandanarum dan pasar hewan Ngrame.

“Selama penutupan kita laksanakan disinfektan dengan bantuan dari BPBD Kabupaten Mojokerto,” katanya, Jumat (17/1/2025) pagi.

Ditemui dilokasi. Petugas pasar hewan Ngrame, Shodikin, mengatakan, pihaknya mendapatkan perintah dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto untuk melakukan penutupan pasar di Kecamatan Pungging tersebut dan penyemprotan disinfektan.

“Dalam penutupan, diantisipasi dengan penyemprotan disinfektan pada lokasi pasar hewan untuk mengatisipasi penyebaran agar tidak lebih luas,” tuturnya.

Sementara itu, Suparman Kepala Bidang Pencegahan dan Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto yang datang ke lokasi menjelaskan, sebanyak 8000 liter cairan disinfektan disemprotkan ke seluruh area depan pasar maupun area lokasi pasar hewan.

“Kenapa kita memakai mobil Damkar, karena jangkauannya lebih luas tekanannya lebih cepat,” tandasnya.

Seperti diketahui, dari data Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto, berdasarkan laporan Isikhnas, sapi terjangkit di Kabupaten Mojokerto sebanyak 291 kasus mulai 1 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025. Dari 291 kasus, 28 mati dan 15 dipotong paksa akibat menderita PMK. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page