
Blora, Kabarterdepan.com – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kabupaten Blora mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto mengungkapkan, lonjakan kasus tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya keberadaan pelaku residivis yang kembali beraksi setelah bebas dari rumah tahanan.
“Ada beberapa residivis yang sudah keluar dari rumah tahanan. Beberapa tersangka yang kita tangkap merupakan residivis yang sebelumnya pernah melakukan tindak pidana curanmor,” ujar AKBP Wawan Andi Susanto, senin (29/12/2025).
Menurutnya, aktivitas para residivis tersebut berdampak signifikan terhadap tingginya angka curanmor dalam beberapa bulan terakhir.
Faktor Tingginya Angka Curanmor
Mereka kembali melakukan kejahatan serupa setelah bebas, sehingga kasus curanmor sempat melonjak di wilayah hukum Polres Blora.
“Makanya beberapa bulan yang lalu angka curanmor tinggi karena salah satu faktor tersebut,” jelasnya.
Selain faktor residivisme, Kapolres Blora juga menyoroti kondisi ekonomi sebagai pemicu terjadinya tindak kejahatan.
Tuntutan kebutuhan hidup disebut menjadi alasan lain yang mendorong para pelaku nekat melakukan curanmor.
“Di samping itu juga tuntutan ekonomi dari para tersangka yang kita tangkap,” tambahnya. (Rga)
