Perjuangan Anak Petani dari Jombang Raih Beasiswa hingga Jadi Sarjana PGSD Unesa

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Ela Dwita Sari, penerima beasiswa KIP-K Unesa. (Husni Habib/kabarterdepan.com)
Ela Dwita Sari, penerima beasiswa KIP-K Unesa. (Husni Habib/kabarterdepan.com)

Surabaya, kabarterdepan.com- Menjadi anak petani dengan keterbatasan ekonomi rupanya tidak menyurutkan minat Ela Dwita Sari untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan mengapai cita citanya.

Berbekal tekad yang kuat dan doa tulus dari kedua orang tua, Ela akhirnya dapat melanjutkan pendidikan jurusan PGSD di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui beasiswa KIP-K.

“Awalnya memang saya ragu buat kuliah mengingat kondisi ekonomi yang terbatas. Ayah hanya bekerja sebagai petani dan terkadang juga menjadi penjahit untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” jelas Ela saat ditemui usai gelaran Wisuda Universitas Negeri Surabaya periode 116, Sabtu (27/09/2025).

Lebih lanjut Selama menjalani perkuliahan, putri dari Mihartono dan Siti Fatimah ini aktif mengikuti program kampus merdeka yang mengasah keterampilannya dalam bidang pengajaran.

Ikuti KM dan PSM Unesa

Ela Dwita Sari, penerima beasiswa KIP-K Unesa. (Husni Habib/kabarterdepan.com)

Ia pernah mengikuti Kampus Mengajar (KM) pada semester 6 dan Program Surabaya Mengajar (PSM) pada semester 7. Melalui program itu, Ela semakin yakin bahwa menjadi guru adalah profesi yang sesuai dengan kompetensinya.

“Awalnya, saya ingin jadi psikolog, tetapi setelah saran dari keluarga dan orang terdekat akhirnya memilih PGSD. Saya merasa menjadi guru adalah profesi yang paling sesuai. Saya pun sangat enjoy menjalaninya,” tambahnya

Ela menuturkan salah satu tantangan yang dihadapi selama perkuliahan adalah pembagian waktu, dimana dirinya harus rajin pulang ke Jombang seminggu sekali untuk membantu pekerjaan orang tua.

“Saya sering pulang ke rumah membantu orang tua merekap pesanan jahitan ayah. Lumayan memakan waktu dan tenaga, tapi akhirnya bisa terlewati,” paparnya.

Usai lulus dari Unesa, Ela berencana melanjutkan ke Pendidikan Profesi Guru (PPG), Sembari menunggu pendaftaran dibuka dirinya saat ini bekerja sebagai guru honorer di salah satu sekolah dasar negeri di Jombang.

“Saya ingin melanjutkan ke PPG tentunya, sambil nunggu saat ini saya menjabat sebagai guru dan Wali Kelas 4 di Sekolah Dasar Negeri yang ada di Jombang,” pungkasnya. (Husni Habib)

Responsive Images

You cannot copy content of this page