
Mandailing Natal, Kabar Terdepan.com– Anak-anak di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dinilai menjadi kelompok yang sangat rentan terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba akibat kurangnya pengawasan orang tua serta pengaruh lingkungan yang buruk. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Madina.
Kantor Damkar Sampang Diserbu Anak-Anak, Petugas Sibuk Tenangkan yang Menangis
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, saat menyerahkan santunan kepada 83 anak yatim Desa Pidoli Lombang, tepatnya di Lorong Aek Galoga, Kecamatan Panyabungan, Kamis (29/1/2026).
https://diskominfo.madina.go.id/pemkab-mandailing-natal-peringati-hari-anak-nasional-han/
Menurut Saipullah, peredaran narkotika saat ini semakin masif dan menyasar kelompok usia anak-anak sebagai target pengguna baru. Anak-anak yang minim pengawasan dinilai menjadi sasaran empuk jaringan peredaran narkoba.
Anak-Anak Jadi Sasaran Peredaran Narkotika di Lingkungan yang Buruk
“Banyak peredaran narkotika yang mungkin juga mereka mencari-cari pemakai baru. Anak-anak yang kurang diawasi inilah yang sering menjadi sasaran,” ujar Bupati Saipullah Nasution.
Oleh karena itu, Bupati Madina mengingatkan para anak-anak, khususnya anak yatim, agar berhati-hati dalam bergaul dan tidak mudah terpengaruh ajakan orang-orang yang tidak jelas tujuan dan latar belakangnya. Ia juga berpesan agar anak-anak fokus belajar demi masa depan yang lebih baik
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, supaya kelak menjadi orang yang berguna dan membanggakan orang tua,” pesannya.
Selain menyoroti persoalan narkoba, Saipullah juga menanggapi aspirasi masyarakat terkait rencana pembangunan kubah masjid dan tempat berwudu di wilayah Desa Pidoli Lombang. Ia memastikan pemerintah daerah akan memperhatikan kebutuhan tersebut sesuai dengan ketersediaan anggaran.
“Terkait keperluan masjid, kubah dan tempat wudu, nanti akan kami lihat situasinya dan kemungkinan penganggarannya,” jelasnya.
Sementara itu, Pairin, tokoh masyarakat Desa Pidoli Lombang, menyampaikan bahwa jumlah anak yatim di desa tersebut mencapai lebih dari 80 orang, dengan sekitar 49 anak berada di Lorong Aek Galoga.
“Anak yatim di Desa Pidoli Lombang tadi disampaikan Pak Kades sekitar 80-an lebih, dan di Lorong Aek Galoga saja ada 49 anak,” ungkap Pairin.
Ia berharap kegiatan santunan anak yatim seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. Pairin juga mengundang Bupati Saipullah untuk kembali hadir pada 27 Ramadan, saat penyerahan bantuan menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Tahun lalu, anak-anak yatim menerima santunan sekitar dua juta rupiah lebih. Kami berharap perhatian ini terus berlanjut,” katanya.
Pairin pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran langsung Bupati Madina di tengah-tengah masyarakat, meski memiliki agenda yang padat sebagai kepala daerah.
“Kehadiran Bapak Bupati di Lorong Aek Galoga ini menjadi kebanggaan bagi kami. Mudah-mudahan membawa berkah bagi Desa Pidoli Lombang,” pungkasnya. (Wak Ton)
