
Sragen, kabarterdepan.com –
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sragen menyebutkan penanganan longsor jalan raya Gabugan – Sumberlawang menelan anggaran kurang lebih Rp 200 juta.
Berdasarkan hasil survei DPU Sragen, penanganan longsoran jalan difokuskan pada pembangunan gorong-gorong serta pengecoran jalan yang sebelumnya rusak lantaran terjadi longsor di tanah lapisan bawah, Rabu (25/12/2024) lalu.
Ketua Tim Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPU Sragen, Stefanus Priyo Harjanto saat dikonfirmasi mengatakan, longsor yang terjadi di jalan raya Gabugan -Sumberlawang saat ini ditangani langsung oleh DPU Sragen menggunakan anggaran pekerjaan pemeliharaan rutin.
“Kita anggarkan Rp.200 juta, anggaran itu akan dipergunakan untuk pembuatan gorong-gorong dengan bentang 1,5 meter, Tinggi 4,5 meter, serta pengecoran jalan dengan lebar 11 meter,” kata Priyo, Senin (30/12/2024) siang.
Lebih lanjut, Priyo menyampaikan, jika penanganan longsor jalan Gabugan – Sumberlawang direncanakan akan selesai kurang lebih pada pertengahan januari mendatang.
“Pekerjaan kita targetkan selama 2 minggu, dengan catatan tidak terhambat faktor cuaca, mengingat saat ini adalah musim penghujan,” ujarnya.
Sementara, sejak pekerjaan penanganan longsor dilakukan, pihak DPU Sragen juga telah melakukan rekayasa arus lalulintas bagi pengguna jalan dengan mengalihkan kendaraan melewati jalan perkampungan setempat.
“Bagi kendaraan yang melintas khususnya kendaraan pribadi dan roda dua bisa melewati jalan lingkungan warga, bagi kendaraan berat seperti truk dan lainnya dialihkan ke jalan raya Gemolong atau jalan raya Solo-Purwodadi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, sebelum ditangani DPU Sragen, lalu lintas di jalur tersebut terhambat dan terpaksa dilakukan sistem buka tutup, pihaknya menyebutkan jalur antar kecamatan itu diketahui rawan ambrol disebabkan lapisan tanah di bawah jalan sangat labil sehingga sering mengalami penurunan.
“Material longsor, berupa tanah dan bebatuan amblas sepanjang 3 meter dengan kedalaman mencapai 4 meter,” jelasnya.
Terpisah, Suwanto warga masyarakat setempat mengatakan, kejadian longsor jalan raya Gabugan-Sumberlawang berbarengan dengan adanya peristiwa ambalsnya jalan penghubung antar Kebayanan di Desa Gading Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen. Menurutnya, beberapa kejadian alam tersebut diakibatkan hujan deras yang terjadi diwilayah tersebut.
“Peristiwa ambalnya jalan Gabugan-Sumberlawang dan jalan antar kebayanan Desa Bunangung diduga terjadi akibat cuaca ekstem baru-baru ini” kata Suwanto kepada media ini Senin (30/12/2024) siang. (Masrikin).
