IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Alhamdulillah! IPH Kota Mojokerto Menurun, Pj Wali Kota: Semoga Tidak Ada Kenaikan Harga

Avatar of Jurnalis : Lintang - Editor : Yunan
855058a4b62f2531b15c07cf4350c14a scaled
Pj Wali Kota Moh Ali Kuncoro beberapa waktu lalu memimpin sidak pasar untuk meninjau harga sejumlah komoditas bahan pangan (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kota Mojokerto kini berada di angka -3,858%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada pekan ke-4 bulan Januari tahun 2024 ini, capaian tersebut lebih besar jika dibandingkan pada pekan sebelumnya.

Pada pekan ketiga yakni pada -3,46% dan -3,018% (pekan ke-2). Serta jauh signifikan jika dibanding pekan awal bulan Januari, yang justru mengalami kenaikan di angka 0,977%.

Responsive Images

“Alhamdulillah tren IPH kita terus menurun. Semoga tren penurunan ini bisa berlanjut. Sehingga tidak ada kenaikan-kenaikan harga yang sering kali memberatkan masyarakat,” ujar Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro.

Sosok yang juga menjabat sebagai Kepala Dispora Provinsi Jatim ini menambahkan, terdapat sejumlah komoditas dengan andil perubahan harga tertinggi di Kota Mojokerto, yaitu cabai rawit, cabai merah, dan telur ayam ras.

Sejak awal bulan Januari, lanjut Ali, komoditas tersebut diketahui kerap mengalami perubahan harga secara signifikan. Kecuali telur ayam ras, yang menggantikan posisi ayam ras pada pekan ke-2.

Menghadapi fenomena tersebut, salah satu upaya yang belakangan getol dilakukan oleh Pemkot Mojokerto adalah dengan membentuk Pracangan TPID (Tim Pemgendali Inflasi Daerah).

Melalui Pracangan TPID, imbuh Mas Pj Wali, pihaknya dapat melakukan intervensi untuk mengendalikan sejumlah harga komoditas yang kerap mengalami kenaikan dan menyumbang terjadinya inflasi.

“Ditargetkan akan ada 26 titik pada Februari nanti. Di antaranya berlokasi di masing-masing kelurahan dan di setiap pasar rakyat,” imbuh Mas Pj.

Pada Prancangan TPID tersebut, pemkot melalui Diskopukmperindag bekerja sama dengan Bulog Surabaya untuk mengontrol harga beras, mingak goreng, tepung, dan gula pasir.

Sementara untuk komoditas bumbu dapur lainnya, seperti cabai, bawang merah dan bawang putih, intervensi diberikan berupa subsidi transport. Sehingga harga-harga komoditas tersebut di Pracangan TPID bisa menjadi lebih murah. (*)

Tinggalkan komentar