
Jombang, Kabarterdepan.com – Di tengah kemajuan zaman yang serba modern, Udin, seorang pedagang keliling asal Betro, Kabupaten Mojokerto, tetap setia menggunakan sepeda kayuh untuk menjajakan dagangannya. Sejak tahun 2006, Udin mengayuh sepedanya berkeliling dari Betro hingga Kecamatan Kudu dan Ngusikan, Kabupaten Jombang, membawa poyeng, tempe goreng, dan telur gulung untuk para pelanggannya.
Setiap pagi, Udin memulai perjalanannya sekitar pukul 05.30, Ia mengayuh sepeda dengan penuh semangat, menempuh jarak puluhan kilometer hingga seluruh dagangannya habis. Sepeda kayuh yang telah menemaninya selama hampir dua dekade itu bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian penting dari perjalanan hidupnya.
“Sepeda ini bukan cuma alat jualan, tapi punya banyak kenangan. Dari dulu, sejak masih sekolah di MTs, sepeda ini sudah jadi saksi perjuangan saya. Sampai sekarang, saat saya sudah berkeluarga dan punya tiga anak, saya masih pakai sepeda ini,” ungkap Udin saat ditemui di sela-sela aktivitasnya, Jumat (17/1/2025)
Bagi Udin, sepeda kayuhnya adalah simbol kesederhanaan, kerja keras, dan proses yang tak pernah ia lupakan. Ia percaya, dengan tetap bersepeda, ia tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga melatih kesabaran dalam menghadapi setiap proses kehidupan.
“Berjualan pakai sepeda itu ada tantangannya. Tapi di situ saya belajar untuk sabar dan menghargai setiap perjalanan. Proses itulah yang mengajarkan banyak hal,” tambahnya dengan senyum.
Dagangan Udin, seperti poyeng, tempe goreng, dan telur gulung, selalu menjadi favorit masyarakat di rute yang ia lewati. Kelezatan rasanya membuat pelanggan setia selalu menanti kehadirannya setiap hari.
Kisah Udin bukan hanya tentang usaha, tetapi juga tentang bagaimana mempertahankan nilai-nilai hidup di tengah perubahan zaman. Di saat banyak orang beralih ke kendaraan bermotor, Udin memilih setia dengan sepeda kayuhnya yang penuh kenangan dan arti.
“Selama saya masih kuat mengayuh, sepeda ini akan terus jadi teman saya. Ini bukan cuma soal jualan, tapi juga soal perjuangan hidup,” pungkas Udin dengan penuh semangat. (Inggrid*)
