
Sleman, kabarterdepan.com — Kabupaten Sleman mengalami defisit atau kekurangan stok kebutuhan hewan kurban untuk menghadapi hari raya Idul Adha 1446 H.
Dari data Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman disebutkan stok hewan sapi dan domba.
Plt Kepala (DP3) Sleman Rofiq Andriyanto menyampaikan bahwa jumlah sapi di Bumi Sembada untuk kurban sebanyak 5,5 ribu ekor dengan kebutuhan 9,7 ekor. Sedangkan untuk domba tersedia 9 ribu ekor dengan kebutuhan mencapai 13,5 ribu ekor.
“Adapun jumlah kambing mencapai 3,5 ribu ekor dengan kebutuhan 2,8 ekor,” kata Rofiq saat dihubungi kabarterdepan.com, Senin (19/5/2025)
Guna mengantisipasi defisit tersebut, Pemkab Sleman disebutnya akan melakukan pemenuhan untuk mencukupi kebutuhan hewan kurban.
“Kami mendapat pasokan hewan kurban biasanya dari kelompok-kelompok ternak, pasar kurban, pelaku usaha ternak lainya, serta pembelian langsung dari luar daerah,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa di Kabupaten Sleman terdapat 549 kandang kelompok ternak binaan yang menyediakan ternak sapi potong untuk kurban.
Pemantauan tersebut dilakukan dengan kunjungan melalui pelayanan terpadu hewan (Yanduwan) yang rutin dilakukan oleh petugas dari Puskeswan di Kabupaten Sleman.
“Kami bekerjasama dengan penyuluh pertanian dari UPT Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan setempat,” katanya.
Untuk pemantauan pasar hewan Kurban dilakukan oleh tim Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman yang bekerjasama dengan petugas Puskeswan setempat.
Untuk mengantisipasi adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pihaknya telah melakukan pemantauan pasar hewan sejak Desember 2024 dan melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak pada bulan Januari hingga Maret 2025.
“Vaksinasi dilaksanakan kembali pada bulan Juli hingga September 2025. Diharapkan ternak yang beredar, khususnya Kabupaten Sleman adalah ternak yang sehat dan bebas dari PMK,” katanya.
Pihaknya juga melakukan tindakan pengendalian penyakit Antraks dengan melakukan vaksinasi pada ternak di Kalurahan Gayamharjo, Prambanan.
Selain antraks, beberapa jenis penyakit lainya juga sering ditemukan conjunctivitis, pink eye, ORF, dan scabies serta trauma pada saat transportasi. (Hadid Husaini)
