
Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sidoarjo menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Marhaban Ya Melawan” di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Kamis (26/2/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan strategis daerah serta menuntut transparansi dan percepatan realisasi program pembangunan.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB itu diwarnai orasi bergantian dan pembentangan spanduk tuntutan. Massa juga sempat membakar ban bekas sebagai bentuk protes karena belum langsung ditemui pimpinan daerah. Meski demikian, aparat keamanan memastikan situasi tetap terkendali hingga dialog digelar menjelang petang.
Baca juga: Gubernur Jatim Resmikan Instalasi Air 100 Liter per Detik di Mojokerto
Bupati Hadir Temui Perwakilan PMII Sidoarjo
Sekitar pukul 17.20 WIB, Bupati Sidoarjo, Subandi, hadir menemui perwakilan mahasiswa PMII Sidoarjo dan memaparkan arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2026. Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah menyusun empat rencana induk pembangunan yang menjadi prioritas utama.
Keempat sektor tersebut meliputi peningkatan kualitas pendidikan, percepatan perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan taman dan ruang terbuka hijau, serta pembenahan sistem irigasi dan normalisasi sungai guna mengurangi risiko banjir.
Menurut Subandi, seluruh perencanaan telah disusun berbasis data dan hasil pemetaan kebutuhan di setiap kecamatan. Penyusunan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember pada 2025.
“Kami sudah memetakan kebutuhan pembangunan sampai tingkat kecamatan. Wilayah yang masih tertinggal akan menjadi prioritas bertahap mulai 2026. Silakan dikawal bersama, bahkan kami terbuka jika ingin berdiskusi langsung dengan dinas teknis agar pelaksanaannya tepat sasaran,” ujarnya.
Di sektor infrastruktur, ia mengakui masih adanya pekerjaan yang belum memenuhi standar mutu. Pemerintah daerah, kata dia, telah melakukan evaluasi internal, termasuk rotasi pejabat di Dinas PU PR.
“Beberapa proyek sebelumnya memang menjadi catatan evaluasi. Karena itu kami perketat pengawasan dan memastikan penggunaan material yang lebih kuat dan tahan lama agar kualitas jalan tidak cepat rusak,” tegasnya.
Saat ini, perbaikan jalan disebut tengah berlangsung di 26 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan, dengan pemantauan rutin untuk menjamin mutu pekerjaan.
Terkait tuntutan pembangunan sirkuit balap resmi, Subandi menyampaikan bahwa desain dan perencanaan teknis telah disiapkan. Pembangunan direncanakan mulai 2027 dan ditargetkan selesai dalam periode lima tahun.
“Kami ingin menyediakan ruang yang aman dan legal bagi generasi muda sehingga tidak lagi menggunakan jalan umum untuk balap liar,” jelasnya.
Di bidang ketenagakerjaan, Pemkab Sidoarjo mengklaim terus mengintensifkan pelatihan kerja dan mendorong perusahaan di kawasan industri memprioritaskan tenaga kerja lokal. Namun, ia mengakui adanya tantangan fiskal pada 2026 akibat penurunan transfer anggaran dari pemerintah pusat sekitar Rp 450 miliar.
Sementara itu, Ketua PC PMII Sidoarjo, Muhammad Alfien Ananta, menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap jalannya pemerintahan.
“Kami hadir untuk memastikan kebijakan benar-benar berpihak pada rakyat. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam setiap program pembangunan,” katanya.
Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan kepada Pemkab dan DPRD Sidoarjo, antara lain prioritas pendidikan, percepatan perbaikan jalan, evaluasi drainase dan tata ruang, kebijakan ketenagakerjaan untuk tenaga lokal, pembangunan sirkuit resmi, keterbukaan program MBG bagi masyarakat rentan, publikasi data anggaran pusat kreativitas, serta kejelasan progres proyek-proyek daerah.
Aksi berlangsung hingga malam hari dengan pengawalan aparat keamanan. “Mahasiswa menyatakan akan terus memantau realisasi kebijakan dan membuka ruang dialog lanjutan guna memastikan seluruh komitmen yang disampaikan pemerintah daerah benar-benar diwujudkan,” pungkasnya.
