Akses Jalan Medan-Brastagi Terputus Akibat Pohon Tumbang, TNI-Polri dan Warga Bersinergi Lakukan Evakuasi Cepat

Avatar of Redaksi
IMG 20250112 WA0013
Potret TNI-Polri beserta Warga yang bergegas cepat untuk mengevakuasi pohon tumbang di jalan. (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Sumatera Utara, Kabarterdepan.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Karo sejak Sabtu (11/1/2025) mengakibatkan pohon tumbang di Jl. Jamin Ginting Km 55-56, Desa Doulu, Kecamatan Berastagi.

Insiden ini menyebabkan terputusnya akses jalan utama yang menghubungkan Medan dan Brastagi, salah satu jalur vital di Sumatera Utara. Akibatnya, antrean kendaraan yang cukup panjang terjadi di kedua arah jalur tersebut.

Merespons situasi ini, petugas gabungan dari Kepolisian, TNI, dan warga setempat langsung bergerak untuk mengevakuasi pohon tumbang yang menghalangi jalan. Kapolres Tanah Karo, AKBP Eko Yulianto, memastikan proses pembersihan dilakukan dengan cepat dan efisien sehingga akses jalan dapat segera dibuka kembali.

“Jalan sudah dapat dilalui setelah proses evakuasi pohon tumbang selesai. Kami bekerja sama dengan warga sekitar dan Koramil 03 TB Berastagi untuk mempercepat pembersihan jalan,” ujar AKBP Eko Yulianto saat memberikan keterangan, Sabtu siang.

Kapolres menjelaskan bahwa proses pembersihan dilakukan menggunakan alat berat dan unit mesin pemotong seperti Sinswo untuk mempercepat evakuasi pohon tumbang. Berkat kerja sama dan sinergi yang baik antara berbagai pihak, jalur tersebut berhasil dibuka kembali pada pukul 10.30 WIB.

“Dengan dukungan alat yang memadai, proses pembersihan berjalan lebih cepat. Kami juga mengatur lalu lintas agar kendaraan yang sempat terjebak antrean panjang dapat bergerak lancar,” ungkap Kapolres.

Jalan Medan-Brastagi diketahui merupakan jalur utama yang sangat penting bagi aktivitas masyarakat, baik untuk keperluan ekonomi maupun perjalanan wisata. Putusnya jalur ini akibat pohon tumbang tentu menimbulkan dampak yang cukup besar, sehingga penanganan cepat menjadi prioritas.

Kapolres Tanah Karo juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat melintasi jalur Medan-Brastagi. Mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda beberapa wilayah di Sumatera Utara, ancaman seperti pohon tumbang dan tanah longsor harus diantisipasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat berkendara, terutama di wilayah rawan seperti jalur Medan-Brastagi. Selain pohon tumbang, potensi longsor juga menjadi ancaman yang perlu diwaspadai,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau situasi di jalur tersebut dan memastikan langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan.

“Kami terus memprioritaskan respons cepat dalam situasi darurat seperti ini untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tambah Kapolres.

Keberhasilan evakuasi dan pembersihan jalur Medan-Brastagi tidak lepas dari sinergi yang solid antara TNI-Polri dan masyarakat setempat. Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menangani bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Sinergi antara petugas dan masyarakat sangat penting dalam situasi seperti ini. Kami berterima kasih atas peran aktif warga dan dukungan Koramil 03 TB Berastagi yang membantu mempercepat proses evakuasi,” papar Kapolres.

Selain evakuasi, petugas juga memastikan jalur tetap aman bagi pengguna jalan dengan memeriksa titik-titik rawan lainnya di sekitar lokasi kejadian. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi hambatan lebih lanjut akibat cuaca buruk.

Sebagai salah satu jalur penghubung utama di Sumatera Utara, terputusnya akses Medan-Brastagi memberikan dampak yang cukup besar. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, insiden ini juga berpotensi memengaruhi arus barang dan jasa antara dua kota tersebut.

Antrean kendaraan yang sempat mengular di kedua arah jalur juga mengakibatkan ketidaknyamanan bagi para pengendara. Namun, berkat penanganan cepat dari petugas, kondisi kembali normal dalam waktu relatif singkat.

Kapolres Tanah Karo menegaskan pentingnya upaya pencegahan dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Ia menyarankan agar dilakukan pemangkasan pohon-pohon yang berpotensi tumbang di sepanjang jalur Medan-Brastagi, terutama di titik-titik rawan.

“Pemangkasan pohon yang sudah tua atau terlalu tinggi dapat menjadi salah satu solusi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Kami juga akan terus bekerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan pemetaan daerah rawan longsor,” jelasnya.

Dengan cuaca yang masih tidak menentu, pihak kepolisian bersama TNI dan instansi terkait akan terus bersiaga untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas di jalur vital ini.

“Respons cepat dan sinergi lintas sektor akan terus kami tingkatkan untuk menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah ini. Prioritas kami adalah menjaga keselamatan masyarakat,” pungkas Kapolres.

Melalui langkah-langkah strategis dan kerja sama yang baik, diharapkan insiden serupa dapat ditangani dengan lebih cepat dan dampaknya dapat diminimalkan. (Firda*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page