AIESEC in UB, Mahasiswa Asal Malang Ini Bagikan Kisah Inspiratif Mengajar di Pedalaman Thailand

Avatar of Jurnalis: Riris
Potret Laily dan siswa-siswa selama kelas bahasa Inggris yang interaktif di Lopburi, Thailand dalam program AIESEC in UB.(AIESEC in UB / Kabarterdepan.com)
Potret Laily dan siswa-siswa selama kelas bahasa Inggris yang interaktif di Lopburi, Thailand dalam program AIESEC in UB. (AIESEC in UB / Kabarterdepan.com)

Malang, Kabarterdepan.com – Seorang mahasiswa berusia 20 tahun asal Malang, Laily Rahmasari Agus Pratiwi, menjalani pengalaman berharga mengajar anak-anak di daerah pedalaman tepatnya di Lopburi, Thailand, saat mengikuti program AIESEC in UB pada Juli hingga Agustus 2025.

Melalui program Global Volunteer tersebut, Laily tidak hanya mengajarkan bahasa Inggris kepada siswa sekolah dasar dan menengah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya besar mewujudkan SDGs 4.2 yakni meningkatkan kualitas pendidikan melalui akses pembelajaran bahasa yang lebih baik.

Laily membeberkan alasannya mengikuti program tersebut karena ingin memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan pengetahuan siswa melalui pembelajaran bahasa Inggris.

Selain itu, ia mengaku juga ingin memperluas koneksi dengan orang-orang dari berbagai negara dan budaya.

Perjalanan Penuh Makna di Tanah Negeri Gajah Putih

Selama kegiatan berlangsung, Laily menemukan banyak hal mengejutkan dan berkesan. Interaksi dengan siswa menjadi pengalaman yang memotivasi dan membuka pandangannya terhadap arti mengajar yang sesungguhnya.

Pada awalnya, Laily sempat merasa bahwa kontribusinya tidak membawa dampak besar.

Namun, pandangan itu berubah ketika salah satu siswanya berkata bahwa Laily adalah satu-satunya guru yang mampu membuatnya memahami bahasa Inggris.

Momen sederhana itu menjadi titik balik yang membuatnya semakin bersemangat untuk mengajar dengan sepenuh hati.

Potret Laily saat berinteraksi langsung dengan seorang siswa selama pelajaran bahasa Inggris. (AIESEC in UB / Kabarterdepan.com)
Potret Laily saat berinteraksi langsung dengan seorang siswa selama pelajaran bahasa Inggris. (AIESEC in UB / Kabarterdepan.com)

Laily merasa sangat bersyukur bisa langsung mengimplementasikan SDGs 4.2 dan memahami pentingnya kualitas pendidikan dalam masyarakat.

“Program ini bukan hanya memberi saya pengalaman mengajar, tetapi juga mengajarkan bagaimana berkomunikasi antar budaya, hidup berdampingan, dan memahami norma serta budaya lokal yang sangat berbeda,” tuturnya.

Laily bertemu dengan relawan dari berbagai negara seperti Zimbabwe, Vietnam, dan India. Pertemuan lintas budaya ini memperkaya perspektifnya tentang cara menciptakan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

Ia mengaku bahwa dukungan dan apresiasi dari siswa menjadi sumber energi baru baginya.

“Pada awalnya saya merasa kontribusi saya kecil, tetapi setiap kali selesai memberikan tutor, saya menyadari bahwa saya meninggalkan dampak yang berarti,” ujarnya.

Laily menutup pengalamannya dengan rasa syukur mendalam.

“Program ini tidak hanya menguatkan komunikasi antar budaya, tetapi juga memberi saya kesempatan untuk mengembangkan diri dan melihat dunia dengan cara yang berbeda. Saya mendapatkan banyak teman yang berpikiran terbuka dan berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Pengalaman Berharga Melalui AIESEC in UB

Melalui Global Volunteer AIESEC in UB, Laily tidak hanya memperkaya pengetahuan dan pengalaman pribadinya, tetapi juga membuka jalan bagi kolaborasi lintas negara dalam menciptakan perubahan positif di bidang pendidikan.

Bagi Laily, pengalaman di Thailand ini bukan sekadar perjalanan mengajar melainkan langkah nyata menuju dunia yang lebih inklusif, berpendidikan, dan berdaya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page