Agroforestry Tebu Perhutani Gundih Grobogan Serap Tenaga Kerja Lokal, Dorong Ekonomi Warga Sekitar Hutan

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250717 201143
Panen raya perdana program Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) Perhutani Gundih (masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih memulai panen raya perdana program Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) di petak 71c seluas 3,08 hektare. Kamis (17/7/2025).

Wakil Kepala Administratur Perhutani Gundih Dwi Anggoro mengatakan, panen raya tebu ini berada di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Panunggalan.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memberdayakan lahan hutan serta membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat desa sekitar.

Program ATM yang dijalankan Perhutani ini bukan hanya bertujuan menciptakan swasembada gula nasional, namun juga menjadi upaya konkret dalam mengentaskan ketimpangan ekonomi di kawasan hutan.

Dengan melibatkan warga sekitar dalam proses panen dan pengangkutan, program ini berhasil menciptakan peluang kerja bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari sumber daya hutan.

“Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa hutan bisa menjadi sumber kesejahteraan, bukan hanya konservasi. Kami ingin masyarakat sekitar hutan ikut tumbuh bersama melalui pemanfaatan lahan yang produktif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dwi menyatakan sebelum panen raya dilakukan, para pekerja lokal mendapatkan pembekalan teknis mengenai pemanenan dan pengangkutan. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses berjalan aman dan hasil panen optimal.

“Langkah ini dinilai strategis dalam meningkatkan efisiensi kerja sekaligus transfer pengetahuan kepada warga,” katanya.

Soal lahan, tambah Dwi, Perum Perhutani KPH Gundih sendiri telah menyiapkan lahan seluas 66,31 hektare untuk program ATM yang tersebar di tiga wilayah BKPH, yakni Monggot, Dalen, dan Panunggalan.

“Ke depan, lahan ini diharapkan menjadi kawasan penghasil tebu yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup warga,” harapnya.

Sementara itu, Kevin Windika dari PG Rajawali I Unit PG Rejo Agung Baru Madiun yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pengelolaan ATM Gundih menyatakan komitmennya dalam menjaga mutu dan produktivitas.

“Kolaborasi ini akan menjadi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. Kami optimis tebu dari kawasan hutan ini akan berkontribusi besar dalam pasokan bahan baku gula nasional, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Melalui sinergi antara Perhutani, PG Rajawali, dan masyarakat lokal, program Agroforestry Tebu Mandiri di Gundih menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan hutan bisa bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan. (Masrikin)

Responsive Images

You cannot copy content of this page