
Jakarta, Kabarterdepan.com – Politikus sekaligus akademisi, Ade Armando, kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya yang mempertanyakan manfaat menghapal Al-Qur’an di era digital. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah podcast di kanal YouTube Cokro TV, Selasa (14/1/2025) lalu.
“Kalau zaman sekarang, orang masih menghapal Al-Qur’an itu manfaatnya apa? Karena kayak anda tadi kan, begitu anda lupa, langsung klik, klik, klik, keluar. Si Ali Imran, si Al-Maidah, apa manfaatnya?” ujar Ade dalam obrolan tersebut.
Ia menambahkan bahwa menghapal Al-Qur’an saat ini mungkin sudah tidak relevan lagi.
“Kalau gitu sekarang menjadi tidak relevan lagi atau tidak menjadi sebuah kebutuhan yang prioritas untuk memiliki para penghapal Al-Qur’an,” imbuhnya.
Ade juga mempertanyakan tujuan dari kebiasaan menghapal Al-Qur’an di era digital yang mempermudah akses terhadap kitab suci tersebut.
“Jadi what is the purpose, apa manfaatnya bahwa ada banyak orang di Indonesia ini, di seluruh dunia, menghapalkan Al-Qur’an?” katanya.
Pernyataan ini langsung menuai kecaman dari berbagai kalangan, terutama warganet yang menilai bahwa menghapal Al-Qur’an masih memiliki manfaat besar, baik secara spiritual maupun dalam menjaga kelestarian kitab suci.
“Beliau mungkin tidak memahami bahwa menghapal Al-Qur’an bukan hanya soal mengingat teks, tapi juga bagian dari ibadah dan tradisi Islam,” tulis seorang warganet.
Sebagian warganet juga menyoroti bahwa pernyataan Ade Armando ini bukanlah kontroversi pertamanya. (Riris*)
