Agama  

Abu Janda Angkat Isu Toleransi, Bandingkan Musala dan Gereja

Avatar of Redaksi
IMG 20250312 WA0031
Potret Abu Janda dalam konten videonya. (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Permadi Arya atau yang dikenal sebagai Abu Janda mengunggah video yang membandingkan musala mewah di Mall Panakkukang, dengan aksi penolakan gereja di Wakatobi.

Video yang diunggah di akun Instagram @permadiaktivis itu menyoroti isu toleransi beragama dan menarik perhatian warganet, Senin (10/03/2025), sore hari.

Di awal video unggahannya, Permadi menampilkan rekaman musala yang megah dan luas, lalu memberikan penjelasan tentang bangunan tersebut.

“Ini musala paling besar dan paling mewah yang ada di Indonesia, lokasinya di Mall Panakkukang, Kota Makassar. Tapi yang spesial dari musala ini, musala ini dibangun oleh pengusaha non Muslim,” jelas Permadi.

Untuk mendukung pernyataannya, Permadi menampilkan rekaman seorang pria yang mengagumi musala ini. Dalam rekaman, pria itu menjelaskan bahwa musala megah bergaya Timur Tengah ini dibangun oleh pengusaha non-Muslim, dengan karpet asli dari Turki.

Permadi lalu menayangkan rekaman lain tentang penolakan pembangunan gereja di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Ia juga menambahkan narasi terkait maraknya pembubaran ibadah Kristen dan penolakan gereja.

“Air tuba dibalas air susu ya…? Di tengah maraknya pembubaran ibadah Kristen dan penolakan gereja,” ucap Permadi.

Permadi menampilkan rekaman aksi penolakan gereja di Wakatobi. Dalam rekaman itu, seorang peserta aksi menyampaikan pendapatnya, mempertanyakan penghormatan terhadap penduduk lokal yang mayoritas Muslim, sementara wilayah mereka justru dimasuki gereja.

Setelah menunjukkan aksinya, Permadi kembali berbicara tentang perbedaan sikap umat beragama dalam membangun tempat ibadah, lalu ia menambahkan pujian terhadap tindakan itu.

“Kalian umat Kristen, balas dengan membangun musala besar dan mewah buat kita umat Islam, kalian memang beda kelas,” katanya sambil bertepuk tangan.

“Kami harus belajar jadi umat rahmatan lil alamin kepada kalian, salut,” tambahnya dengan ekspresi bangga.

Video unggahan ini mendapat beragam tanggapan dari warganet. Sebagian melihatnya sebagai refleksi terhadap toleransi antarumat beragama, sementara yang lain menganggapnya sebagai isu yang perlu didiskusikan lebih lanjut. Hingga kini, video tersebut masih menjadi perbincangan di media sosial. (Steven*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page