
Sampang, kabarterdepan.com – Tahun 2026 tampaknya bakal menjadi masa keemasan bagi para pemilik lahan dan bangunan di Kabupaten Sampang.
Pasalnya, dua program besar pemerintahan Prabowo, Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dipastikan membutuhkan banyak lahan untuk menjalankan operasionalnya.
Dari pantauan kabarterdepan.com, kebutuhan lahan untuk kedua program tersebut terus meningkat. Satgas MBG, Darmanto, mengungkapkan bahwa di Kabupaten Sampang, program MBG menargetkan 100 titik dapur sebagai percepatan pembangunan, dan hingga saat ini sudah ada 48 titik yang beroperasi.
Sementara itu, Project Management Officer (PMO) KDKMP Sampang, Wasilah, menyebutkan bahwa untuk program KDKMP sendiri, sudah ada 186 koperasi yang resmi memiliki akta notaris.
“Kalau desa tidak punya aset tanah, biasanya KDKMP dianjurkan untuk menyewa lahan atau bangunan milik masyarakat,” ujar Wasilah saat di konfirmasi melalui pesan whatsapp, Rabu (22/10/2025)
Dengan begitu, total kebutuhan lahan dari dua program besar tersebut mencapai sekitar 286 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten.
Jumlah ini tentu membuka peluang besar bagi para pemilik tanah dan bangunan untuk disewa atau bekerja sama melalui sistem bagi hasil.
Lahan di Sampang
Tak ayal, banyak pihak menilai bahwa tahun 2026 akan menjadi masa cerah bagi juragan tanah dan pemilik kontrakan. Permintaan lahan diprediksi melonjak, terutama di area strategis dekat pusat kecamatan dan jalur utama transportasi.
Selain meningkatkan pendapatan pemilik lahan, geliat ini juga diyakini akan berdampak positif pada sektor ekonomi lokal, seperti jasa konstruksi, bahan bangunan, hingga tenaga kerja harian.
Program nasional yang masuk ke daerah akhirnya tak hanya berbicara soal kesejahteraan gizi dan pemberdayaan ekonomi desa, tapi juga menjadi angin segar bagi perekonomian masyarakat lokal. (Fais)
