
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kota Mojokerto terus memacu partisipasi publik dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. Salah satu inisiatif terbesarnya adalah Program RT Berseri (Bersih, Sehat, Asri), sebuah gerakan yang dirancang tidak hanya sebagai program sesaat, melainkan sebagai budaya berkelanjutan yang menyasar unit terkecil pemerintahan, yakni Rukun Tetangga (RT).
Gagasan yang lahir dari inisiatif Wali Kota Mojokerto ini bertujuan utama meningkatkan peran serta masyarakat dalam mewujudkan lingkungan tempat tinggal yang bersih, sehat, dan asri.
“Budaya RT Berseri bukanlah perlombaan sesaat yang hanya bertujuan untuk mencari pemenang dan hadiah, tetapi ini adalah ajakan untuk mengubah perilaku kita agar senantiasa menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan asri sebagai gaya hidup sehari-hari,” tegas Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto saat meluncurkan program Budaya RT Berseri di Pendapa Sabha Kridatama, Rumah Rakyat, Senin (21/7/2025) lalu.
Sementara itu, Dinas Kesehatan PPKB Kota Mojokerto menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada kualitas Kesehatan Masyarakat.
RT Sebagai Fokus Utama Program RT Berseri
Menurut Plt. Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kota Mojokerto, dr. Hesti Puspasari, Sp.A., M.Kes, tingkat RT dipilih sebagai fokus utama karena merupakan organisasi terkecil. Tingkat kesadaran, partisipasi, dan kerja sama masyarakat dalam satu RT akan menentukan kondisi kesehatan dan lingkungan secara keseluruhan.
“Budaya RT Berseri ini diharapkan dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan menjadi budaya di Tingkat RW, Kelurahan, Kecamatan, sampai Kota Mojokerto,” jelas Dokter Hesti.
Dalam implementasinya, Dinas Kesehatan PPKB berkoordinasi erat dengan Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Kolaborasi ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, termasuk penyusunan indikator penilaian yang komprehensif.
Dua Indikator Kunci Kesehatan: ABJ dan CTPS
Dinas Kesehatan PPKB Kota Mojokerto memiliki peran krusial dalam menyusun indikator penilaian di bidang kesehatan. Terdapat dua indikator utama yang menjadi penentu penilaian dalam RT Berseri:
- Angka Bebas Jentik (ABJ): Data ABJ diambil berdasarkan laporan rutin mingguan dari Kader Motivator Kesehatan melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Data ini kemudian disandingkan dengan kasus Demam Dengue di lingkungan RT masing-masing.
- Sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS): Ketersediaan sarana CTPS sederhana di setiap rumah didorong untuk membudayakan filosofi “lebih baik mencegah dari pada mengobati”. Tujuannya adalah memutus rantai penularan penyakit di tingkat keluarga.
Selain dua indikator tersebut, aspek kebersihan dan kesehatan lingkungan yang diperhatikan meliputi sanitasi, ketersediaan air bersih dan air minum, drainase yang baik, Ruang Terbuka Hijau, pemilahan dan pengolahan sampah, hingga kebersihan jalan dan aktivitas gotong royong kerja bakti.
Dampak Nyata dan Kesehatan Mandiri sebagai Budaya Permanen
Sejauh ini, dampak paling nyata yang terlihat adalah peningkatan peran serta dan kesadaran masyarakat dalam mengusahakan lingkungan RT agar selalu bersih dan asri.
Hal ini terbukti saat penilaian tim juri, di mana lingkungan yang sebelumnya kurang bersih menjadi lebih terawat, bahkan menunjukkan kreativitas dalam menghias RT dengan memanfaatkan limbah.
Meskipun demikian, Dinas Kesehatan menyatakan bahwa program yang baru berjalan sejak pertengahan tahun ini (Juli) belum dapat dinilai berdasarkan penurunan kasus penyakit berbasis lingkungan secara definitif.
“Untuk mengukur keberhasilan program yang berdampak pada penurunan kasus (seperti DBD dan Diare) membutuhkan evaluasi jangka panjang, minimal pasca program ini dilaksanakan,” ujar Plt. Kadinkes.
Namun, imbuh Plt. Kadinkes, program RT Berseri diharapkan menjadi trigger penting yang tidak hanya menekan kasus demam dengue (DD) yang mengarah ke DBD atau diare, tetapi juga penyakit menular lain akibat perilaku dan lingkungan yang tidak sehat, dengan mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju kesehatan mandiri.
Untuk memastikan budaya bersih dan sehat ini tidak berhenti setelah kompetisi selesai, program RT Berseri akan dilaksanakan secara berkelanjutan.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kota Mojokerto juga memberi pesan kepada masyarakat agar seluruh warga, dari berbagai latar belakang, dapat bersatu dimulai dari tingkat RT.
“Dengan perilaku menjaga kebersihan yang nyata dan membudaya dapat mewujudkan kualitas kesehatan yang semakin baik dan menghasilkan kualitas SDM yang berkualitas,” pungkas Dokter Hesti.
Partisipasi aktif dan kesadaran masyarakat adalah kunci utama dalam mewujudkan kualitas kesehatan yang optimal sebagai bentuk pencegahan di lini terdepan. (adv-kom)
