Hari Santri Nasional di Mojokerto, Gus Barra Ajak Santri Terus Berinovasi

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra Pimpin langsung Apel Hari Santri di Halaman Kantor Pemerintahan Kabupaten Mojokerto. (Innka Cristy Natalia/kabarterdepan.com) 
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra Pimpin langsung Apel Hari Santri di Halaman Kantor Pemerintahan Kabupaten Mojokerto. (Innka Cristy Natalia/kabarterdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com – Hari Santri Nasional di Mojokerto diperingati dengan khidmat melalui apel besar yang digelar di halaman Kantor Pemkab Mojokerto, Rabu (22/10/2025) pagi.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, yang akrab disapa Gus Barra.

Apel peringatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian, jajaran Forkopimda Kabupaten Mojokerto, Ketua MUI, Ketua PCNU, Ketua Muhammadiyah, Ketua LDII, Sekretaris Daerah, Kementerian Agama, staf ahli bupati, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para santri dari berbagai pesantren di Mojokerto.

Makna Hari Santri

Dalam sambutannya, Gus Barra menyampaikan makna mendalam dari peringatan Hari Santri Nasional yang merujuk pada semangat resolusi jihad.

“Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri merujuk pada tercetusnya resolusi jihad yang berisi kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi inilah yang membakar semangat perjuangan anak bangsa untuk melawan penjajahan,” ujar Gus Barra.

Ia menambahkan bahwa semangat resolusi jihad menjadi awal dari peristiwa heroik 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

“Berawal dari resolusi jihad 22 Oktober 1945, pecah peristiwa heroik tanggal 10 November 1945 yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan,” tambahnya.

Gus Barra juga mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa mengingat jasa para pahlawan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Ia menegaskan bahwa rasa syukur terhadap kemerdekaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Marilah kita ingat jasa para pahlawan, syukuri nikmat kemerdekaan ini dengan melakukan hal-hal baik yang membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik,” tuturnya.

Dalam momentum peringatan sepuluh tahun Hari Santri Nasional, Gus Barra menyebut bahwa tahun ini menjadi momen istimewa. Ia menyoroti besarnya peran pesantren dalam membangun karakter bangsa.

“Hari Santri tahun 2025 adalah hari yang istimewa karena menandai sepuluh tahun peringatan sejak pertama kali ditetapkan tahun 2015. Dalam rentang waktu itu, kita menyaksikan semakin kuatnya peran pesantren dan santri dalam berbagai bidang kehidupan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Barra menegaskan bahwa pesantren sejak dahulu telah menjadi pusat pendidikan dan pembentukan karakter di Nusantara.

“Jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren menjadi pusat pendidikan, tempat para santri menimba ilmu sekaligus menempah akhlak dan karakter. Dari pesantren lahir generasi yang kuat secara intelektual, spiritual, dan moral,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pesantren melalui kebijakan nyata. Gus Barra menyebut adanya peraturan daerah tentang pesantren serta program kesehatan gratis bagi santri sebagai langkah positif pemerintah.

“Pemerintah provinsi dan kabupaten kota telah menerbitkan peraturan daerah pesantren sebagai wujud dukungan terhadap keberlangsungan pesantren. Saat ini, santri bahkan mendapatkan program pemeriksaan kesehatan gratis yang berdampak positif,” ungkapnya.

Harapan Hari Santri

Menutup amanatnya, Gus Barra menyerukan agar Hari Santri menjadi momentum kebangkitan bagi seluruh santri Indonesia untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi bangsa.

“Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawatlah tradisi pesantren, namun peluklah inovasi zaman. Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton,” tutupnya dengan penuh semangat. (Innka Cristy Natalia)

Responsive Images

You cannot copy content of this page