Program Sleman Pintar, Pemkab Ikhtiar Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Sleman Pintar
Kepala Bidang Perlindungan Sosial dan Jaminan Sosial Dinsos Sleman Sarastomo Ari Saptoto saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (20/10/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Sleman, kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman membuka peluang kerja sama dengan sejumlah kampus di DIY untuk ikut meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program Sleman Pintar.

Kepala Bidang Perlindungan Sosial dan Jaminan Sosial Dinsos Sleman Sarastomo Ari Saptoto menyampaikan, di Sleman terdapat sekitar 47 perguruan tinggi yang akan bekerja sama pada 2026.

Pihaknya membuka seluas-luasnya kepada perguruan tinggi yang ingin bergabung untuk membantu memutus rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan.

“Bapak Bupati membuka peluang seluas-luasnya bekerja sama dengan Perguruan Tinggi di DIY,” katanya saat jumpa pers di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (20/10/2025).

Ia menyampaikan pada tahun 2025 ini telah bekerja sama dengan sejumlah kampus untuk memberikan beasiswa kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Beberapa diantaranya adalah Univeristas Amikom Yogyakarta, Unibersitas Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Teknologi Yigyakarta (UTY), Polbangtan (Politeknik Pembangunan Pertanian), Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).

Program Sleman Pintar

Ia menyampaikan hingga saat ini terdapat 796 anak penerima bantuan menempuh pendidikan di peruruan tinggi.

Hingga tahun 2025, program Sleman pintar telah mengeluarkan biaya mencapai Rp8,7 miliar untuk pelajar atau mahasiswa yang sudah menempuh pendidikan maupun yang baru masuk di tahun 2025.

Sejak program ini dimulai tahun 2022, beberapa diantaranya disebut Ari telah diwisuda dengan prestasi yang membanggakan.

“Program Sleman Pintar diwisuda kuliah karena mereka sudah ada kuliah 2022. Karena jenjangnya adalah D3 mereka ada yang wisuda sudah ada yang wisuda,” katanya.

“Khususnya dari Amikom Yogyakarta ada 14 mahasiswa wisuda bulan Agustus kemarin, dan cumlaude semua dengan IPK tertinggi 4,00. Jadi tidak ada nilai dibawah A,” imbuhnya.

Ia menyampaikan akan ada sekitar 78 mahasiswa yang akan menyusul untuk diwisuda dari berbagai kampus.

Ia menyampaikan bahwa Bupati Sleman Harda Kiswaya berupaya terus mendorong anggaran untuk pendidikan.

Harda disebutnya ingin anak-anak miskin bisa mengakses berbagai kampus, terutama yabg ada di wilayah Kabupaten Sleman. “Ini tujuannya adalah untuk memutus rantai kemiskinan,” katanya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page