Pelatihan Fotografi Dorong Kreativitas dan Promosi Wisata Kota Mojokerto

Avatar of Jurnalis: Ahmad
FOTO BARENG: Wali Kota Mojokerto bersama peserta pelatihan fotografi. (Izhah/kabarterdepan.com)
FOTO BARENG: Wali Kota Mojokerto bersama peserta pelatihan fotografi. (Izhah/kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, kabarterdepan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus mendorong pengembangan potensi ekonomi kreatif di kalangan masyarakat melalui kegiatan Pelatihan Fotografi yang digelar selama tiga hari di Rumah Rakyat Kota Mojokerto, Kamis (16/10/25).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam bidang fotografi sekaligus mendukung promosi destinasi wisata dan potensi daerah.

Pelatihan Fotografi untuk Wisata dan UMKM

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga & Pariwisata Kota Mojokerto, Ani Wijaya, menyampaikan bahwa pelatihan fotografi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan potensi kreatif masyarakat.

“Kedepan harapan kami ini nanti bisa dikembangkan karena wisata tidak terbatas hanya pada wisata lingkungan, tetapi juga berbagai destinasi wisata yang sudah dikembangkan oleh Pemerintah Kota Mojokerto, baik itu kuliner, industri, UMKM, dan olahraga,” ujar Ani Wijaya, Kamis (16/10/2025).

Ia menambahkan, peningkatan fotografi akan terus diupayakan melalui berbagai kegiatan lanjutan.

“Kedepan itu, kita akan terus upayakan untuk meningkatkan kualitas dari fotografi ini dan salah satunya adalah nanti di festival pemuda kita akan laksanakan kegiatan lelang foto,” tambahnya.

Ani Wijaya juga menyampaikan jika masyarakat umum bisa mengikuti pelatihan fotografi ini.

“Nah tentu pesertanya tidak hanya panitia yang sudah mengikuti pelatihan selama tiga hari, tetapi masyarakat umum karena yang mengikuti pelatihan tiga hari ini benar-benar kita latih dari nol,” pungkasnya.

FOTO BARENG: Wali Kota Mojokerto bersama peserta pelatihan fotografi. (Izhah/kabarterdepan.com)

Arahan Wali Kota Mojokerto

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dalam sambutannya menekankan pentingnya sektor perdagangan, jasa, dan ekonomi kreatif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kota Mojokerto itu adalah kota yang didominasi oleh sektor perdagangan dan jasa dalam produk domestik wilayahnya,” ujar Ning Ita.

Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya mencari sektor-sektor potensial yang bisa diintervensi untuk memperkuat perekonomian lokal.

“Pemerintah Kota Mojokerto berupaya untuk melihat secara detail perdagangan dan jasa apa yang bisa diintervensi oleh pemerintah dalam rangka menggerakkan sektor-sektor tersebut untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto,” jelasnya.

Ning Ita juga menyebut bahwa sektor wisata sejarah menjadi salah satu fokus utama pembangunan daerah.

“Kebetulan di dalam rencana pembangunan Kota Mojokerto sektor wisata sejarah itu kita tetapkan menjadi salah satu konteksi unggulan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Kota Mojokerto merupakan pusat perdagangan dan jasa di kawasan Mojokerto Raya.

“Sebagai sektor yang menyediakan seluruh layanan jasa bagi Mojokerto Raya, hotel-hotelnya disini semua, orang-orang kalau mau berbelanja orang Mojokerto Raya yo mesti ngemall e nang Kota Mojokerto, pasar induknya di Pasar Tanjung. Artinya sektor perdagangan dan jasa itu pusatnya ada di Kota Mojokerto untuk wilayah aglomerasi ini Mojokerto Raya,” jelasnya.

Spirit of Majapahit dalam Ekonomi Kreatif

Lebih lanjut, Ning Ita menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong semua subsektor ekonomi kreatif, termasuk fotografi, agar dapat berkembang dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

“Dari sekian banyak subsektor yang ada di dalam ekonomi kreatif, tentu tidak hanya fotografi, semua subsektor ekonomi kreatif yang potensinya ada itu juga kita intervensi melalui program-program yang dilaksanakan oleh dinas terkait dalam rangka mendukung salah satu prioritas kita yang mengusung tema Spirit of Majapahit,” katanya.

Ning Ita juga berpesan kepada peserta pelatihan untuk menggunakan kemampuan fotografi mereka dalam memperkenalkan keindahan dan potensi Kota Mojokerto.

“Fungsi kalian ketika belajar tentang fotografi maka carilah titik-titik yang menarik yang bisa mengangkat nama Mojokerto,” tuturnya.

Ia berharap, semakin banyaknya dokumentasi dan promosi visual yang menarik dapat membantu meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan semakin banyak kunjungan wisatawan akan menjadi sektor yang bisa ikut menumbuhkan perekonomian di wilayah Kota Mojokerto. (Izhah)

Responsive Images

You cannot copy content of this page