Wisata Petik Melon BUMdes, Alternatif Liburan Keluarga Anti Mainstream di Sragen

Avatar of Jurnalis: Masrikin
Alternatif liburan keluarga: Pengunjung antusias merasakan sensasi petik melon di open greenhouse BUMdes Makmur Lestari Gemantar, Mondokan, Sragen.(Masrikin/kabarterdepan.com)
Alternatif liburan keluarga: Pengunjung antusias merasakan sensasi petik melon di open greenhouse BUMdes Makmur Lestari Gemantar, Mondokan, Sragen.(Masrikin/kabarterdepan.com)

Sragen, kabarterdepan.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, menghadirkan pengalaman wisata baru yang edukatif dan menyenangkan melalui program wisata petik melon langsung dari greenhouse modern.

Wisata anti Mainstream ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun dari luar daerah yang ingin merasakan sensasi bertani secara modern, sekaligus menikmati manisnya melon segar langsung dari pohonnya.

Melon premium jenis The Blues dan Sweet Humy menjadi unggulan di greenhouse ini,  karena cita rasanya yang krunci (renyah) dan manis seperti madu. Tak heran jika kedua jenis melon ini sangat digemari pecinta buah di Sragen.

Salah satu pengunjung lokal, Bu Yitno, datang bersama anak dan cucunya untuk mencoba langsung sensasi memetik melon di lokasi greenhouse. Sebelum memetik, para pengunjung diberikan kesempatan mencicipi terlebih dahulu rasa melon yang tersedia, kemudian memilih sendiri melon yang ingin dipetik.

“Rasa melonnya krunci dan sangat manis sekali. Saya beli 10 kilo untuk oleh-oleh kerabat dekat,” ujarnya. Minggu (19/10/2025).

Petik Melon Sragen

Greenhouse melon ini merupakan bagian dari program pengembangan ketahanan pangan berbasis teknologi, yang didukung oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Program ini menjadi salah satu terobosan desa dalam mengoptimalkan potensi pertanian sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PAD) sekaligus sebagai destinasi wisata alternatif.

“Berkunjung ke greenhouse melon di Desa Gemantar bukan hanya tentang melihat pertanian modern, tapi juga merasakan langsung pengalaman memetik dan mencicipi buah hasil tangan petani desa. Ini adalah edukasi dan rekreasi dalam satu paket,” ujar Priyanto, Pendamping Lokal Desa (PLD).

Greenhouse yang dikelola oleh BUMDes Makmur Lestari ini menanam hingga 1.000 pohon melon dalam satu siklus tanam. Wisatawan yang datang dapat belajar tentang proses budidaya melon secara modern, mulai dari penanaman hingga panen dan bisa langsung memetik buah siap konsumsi dengan pendampingan petani langsung.

Untuk setiap pengunjung, tersedia paket wisata edukasi yang mencakup tur ke dalam greenhouse dan penjelasan singkat tentang budidaya melon dari pengurus BUMDes. Pengunjung juga dapat membawa pulang dua buah melon segar hasil petikan sendiri.

Wisata ini sangat cocok untuk keluarga, pelajar, maupun pecinta agrowisata yang ingin mendapatkan pengalaman liburan yang berbeda.

“Kami terbuka untuk berbagi ilmu tentang penanaman melon dengan sistem greenhouse kepada setiap pengunjung yang datang,” ungkap Marjuki, pengurus BUMDes Makmur Lestari.

“Tadi juga ada pengunjung yang datang dari Kecamatan Masaran bersama anaknya, hanya untuk merasakan langsung memetik melon di greenhouse,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Juki ini menyatakan bahwa pihak BUMDes menetapkan harga petik melon untuk pengunjung sebesar Rp25.000 per kilogram. Pengunjung bebas memilih jenis melon yang mereka sukai.

Sementara itu, Sulis, Pendamping Desa (PD), mengatakan bahwa wisata petik melon ini bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga sebagai cara untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya inovasi pertanian dan kemandirian desa.

“Kami ingin menunjukkan bahwa desa bisa maju lewat inovasi dan kolaborasi. Wisata ini menjadi jembatan antara pertanian, pendidikan, dan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Dengan masa tanam sekitar 70 hari, greenhouse melon ini dapat dipanen hingga empat kali dalam setahun, sehingga selalu tersedia buah segar bagi wisatawan yang berkunjung.

Kini, Desa Gemantar bukan hanya menjadi contoh sukses program ketahanan pangan, tetapi juga dikenal sebagai destinasi wisata pertanian yang menarik minat pengunjung dari berbagai daerah.

Dengan suasana pedesaan yang asri, udara yang segar, dan keramahan warga, wisata petik melon di Sragen ini menjadi pilihan menarik untuk liburan akhir pekan maupun kegiatan studi lapangan.

Selain Desa Gemantar, beberapa desa lain seperti Jambangan, Sono, Tempelrejo, dan Jekani juga mulai mengembangkan konsep serupa, menjadikan Kecamatan Mondokan sebagai destinasi baru agrowisata berbasis teknologi pertanianmenjadikan Kecamatan Mondokan sebagai destinasi baru agrowisata berbasis teknologi pertanian

Responsive Images

You cannot copy content of this page