Kesiapsiagaan Bencana, Ini yang Dilakukan Pemkab Sleman

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Plt Kepala BPBD Sleman, Haris Martapa saat memaparkan kesiapsiagaan bencana, Kamis (16/10/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)
Plt Kepala BPBD Sleman, Haris Martapa saat memaparkan kesiapsiagaan bencana, Kamis (16/10/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Sleman, kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengerahkan tenaga relawan untuk melakukan kesiapsiagaan bencana atas sejumlah kondisi kebencanaan di Bumi Sembada.

Plt Kepala Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Haris Martapa menyampaikan hingga saat ini sudah ada 3.700 relawan yang terdaftar di kelompok Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana).

“Sehingga kegiatan mitigasi dan sosialisasi siaga darurat itu bisa berjalan di tingkat kelurahan, bisa berjalan dalam rangka mengurangi risiko bencana,” kata Hari saat Jumpa Pers di Sekretariat Daerah (Setda) Sleman, Beran, Tridadi, Sleman, DIY, Kamis (16/10/2025).

Ia menyebut jika sejumlah permintaan standarisasi relawan dari sejumlah kelompok masyarakat cukup banyak. Oleh karena itu pihaknya berupaya untuk mengupayakan sinyal postif tersebut.

Ia menyampaikan bahwa langkah preventif kebencanaan saat ini benar-benar penting untuk dilakukan. Hal itu juga yang membuat Satuan Pendidkan Aman Bencana (SPAB).

“Ini (SPAB) sekolahan relawan yang memberikan edukasi kemudian memberikan SOP serta menyiapkan SDM tanggap bencana di sekolah sekolahan atau di komunitas,” ujarnya.

Kesiapsiagaan Bencana Libatkan Sekolah

Disebutnya sudah ada beberapa sekolah yang sudah memiliki unit SPAB. Pelatihan darurat kebencanaan diberikan kepada para guru-guru dan kelompok masyarakat.

“Sehingga semuanya ada SOP-nya, kemampuan dasar bagi para guru maupun anak anak. SPAB kita jalan terus termasuk dengan kelompok kelompok dilanjutkan dengan melakukan gladi lapangan untuk kesiapsiagaan bencana,” ujarnya.

“Sabtu kemarin kami melakukan kesiapsiagaan bencana untuk Gunung Merapi, sebelumnya kami melakukan kesiapsiagaan yang ada di wilayah Timur di Prambanan terkait dengan kemingkinan tanah longsor dan banjir,” imbuhnya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page