Fantastis! Perputaran Uang MBG di Sampang Capai Rp 1,7 Miliar per Hari

Avatar of Jurnalis: Ahmad
sampang
Nampak kegembiraan siswi SMPN 3 Sampang saat menerima MBG (fais/kabarterdepan.com)

Sampang, kabarterdepan.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang menciptakan perputaran ekonomi yang luar biasa besar setiap harinya.

Berdasarkan data yang dihimpun Kabarterdepan.com dari Satgas MBG Kabupaten Sampang, tercatat sebanyak 38 dapur MBG telah beroperasi di seluruh wilayah kabupaten.

Setiap dapur melayani sedikitnya 3.000 penerima manfaat, yang terdiri dari anak-anak PAUD, TK/KB, SD, SMP, SMA, serta ibu hamil dan ibu menyusui.

“Untuk saat ini ada 38 dapur yang beroperasi. Masing-masing dapur rata-rata melayani sekitar 3.000 penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan dan kategori,” ujar Darmanto, saat di konfirmasi beberapa waktu yang lalu.

Pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp15.000 per porsi untuk setiap penerima manfaat. Dari jumlah itu, Rp10.000 digunakan untuk bahan makanan porsi besar, Rp8.000 untuk porsi kecil, Rp3.000 dialokasikan sebagai biaya operasional dan gaji relawan dapur, serta Rp2.000 diberikan kepada mitra atau investor pendiri dapur MBG.

Dengan asumsi setiap dapur memproduksi 3.000 porsi per hari, maka total dana yang berputar untuk pembelian bahan makanan seperti beras, ayam, tempe, dan buah mencapai Rp1.140.000.000 per hari.

Jika ditambah dengan seluruh komponen anggaran Rp15.000 per porsi, maka total perputaran uang di Kabupaten Sampang melalui program MBG mencapai sekitar Rp1.710.000.000 per hari.

Bangkitkan perekonomian Sampang

Menurut Risma sebagai salah satu aktivis yang cukup aktif mengamati Program MBG. Program MBG cukup banyak membantu membangkitkan perekonomian di Kabupaten Sampang.

“Kalau dikelola dengan baik, MBG ini sebenarnya bisa mendongkrak ekonomi lokal, dari petani, pedagang, hingga tenaga dapur. Tapi kalau tidak tepat sasaran, justru bisa memperlebar kesenjangan. Yang kaya makin kaya, yang miskin tetap miskin,” ucap Risma, Senin. (14/10/2025)

Program MBG dinilai membawa potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada pengawasan, transparansi pengelolaan, dan pemerataan manfaat di lapangan (fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page